Pengaruh Penambahan NaOH pada Cairan Pengembang yang Telah Terpakai Terhadap Durasi Waktu Pengembangan Film Radiografi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Film processing dalam radiografi yaitu film processing digital dan manual
atau kimiawi. Fasilitas kesehatan maupun klinik gigi di Indonesia masih banyak
yang menggunakan teknik film processing manual hal ini dikarenakan pemakaian
mesin digital masih terbatas karena faktor biaya dan sumber daya manusia. Cairan
pengembang atau cairan developer adalah cairan yang digunakan pada tahap
pertama dari pencucian film atau film processing yaitu serangkaian langkah yang
bertujuan untuk mengubah gambar laten dan tidak tampak menjadi gambar nyata
yang tampak atau menghasilkan gambar permanen yang dapat dilihat menggunakan
mata pada kondisi umum sehingga dapat berfungsi sebagai gambar diagnostik.
Salah satu komponen yang terkandung didalam developing agent pada film
processing secara manual adalah hidrokuinon dan memerlukan kondisi larutan basa
agar dapat berfungsi secara normal. Komponen yang bertanggung jawab terhadap
pH dari cairan pengembang adalah aktivator seperti NaOH. Hal ini
melatarbelakangi peneliti untuk mengamati apakah penambahan NaOH pada cairan
pengembang yang telah terpakai dapat menurunkan waktu pengembangan film.
Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan the posttest only
control group design dengan sampel sebanyak 40 yang dibagi dalam 4 kelompok
(Kelompok 1 = 0 – 30 kali developing/kontrol negatif, Kelompok 2 = 31 – 45 kali
developing/kontrol positif, Kelompok 3 = 46 - 65 kali developing, Kelompok 4 =
66 – 85 developing). Pengukuran waktu pengembangan film atau developing time
dilakukan menggunakan stopwatch dengan satuan detik untuk memastikan akurasi
waktu pengembangan film dilakukan pada Laboratorium Radiologi Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Jember. Data dianalisis dan diuji One Way Anova untuk melihat ada tidaknya
perbedaan rata – rata waktu pengembangan film pada tiap kelompok dengan
signifikansi p<0,05. Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaaan rata – rata
waktu pengembangan film pada kelompok 1, 2 ,3 dan 4 rata – rata waktu
pengembangan film masing – masing adalah 15,82 detik; 18,51 detik; 3,50 detik;
6,98 detik. Rata – rata waktu pengembangan film berbeda secara signifikan dengan
hasil uji data (0.000) p<0,05. Waktu pengembangan menjadi singkat pada
kelompok yang ditambahkan dengan bahn aktivator berupa NaOH.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pada penambahan
aktivator berupa NaOH pada cairan pengembang yang telah terpakai sehingga
terdapat perbedaan rata – rata durasi waktu pengembangan film, waktu
pengembangan film pada kelompok 3 yaitu pemakaian 46 – 65 dan kelompok 4
yaitu pemakaian 66 – 85 menjadi lebih singkat. Perbedaan rata – rata waktu
pengembangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu jumlah pemakaian
cairan pengembang, pH cairan, kadar hidrokuinon yang menurun serta adanya
kondisi supersaturasi sehingga akan mempengaruhi kecepatan dari aktivitas cairan
pengembang dan mempengaruhi lama waktu pengembangan film.
Description
Reupload file repositori 2 februari 2026_Kurnadi
