Penentuan Kadar Alkaloid Total pada Serbuk Daun Tanaman Obat dengan Metode Spektroskopi NIR-Kemometrik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder terbesar yang dapat
ditemukan di alam. Alkaloid memiliki sifat seperti alkali atau bersifat basa dan
memiliki rasa yang pahit, di dalam alkaloid biasanya terdapat 1, 2, atau 3 unsur
nitrogen dalam strukturnya. Alkaloid diketahui memiliki beberapa aktivitas
farmakologis antara lain sebagai antibakteri, antiinflamasi, antimalaria,
antioksidan, antikanker, antivirus, dan anti ansietas. Pada penelitian ini digunakan
dua metode dalam penentuan kadar alkaloid total yaitu menggunakan spektroskopi
NIR (Near Infra Red) dan spektrofotometri UV-Vis sebagai metode pembanding.
Terdapat 24 jenis sampel tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini.
Metode spekstroskopi NIR dipilih karena memiliki beberapa keunggulan
seperti: bersifat non-destruktif terhadap sampel, biaya yang relatif lebih murah,
ramah lingkungan serta dapat menganalisis sampel dengan kecepatan tinggi.
Namun pada spekstroskopi NIR data spektra yang dihasilkan saling tumpang tindih
dan sulit untuk diinterpretasikan, sehingga membutuhkan analisis multivariat yaitu
kemometrik dengan software The Unscrambler X 10.2. Analisis multivariat yang
digunakan pada penelitian ini terdiri dari Partial Least Square (PLS), Principal
Component Regression (PCR) dan Support Vector Regression (SVR). Pada
penelitian ini digunakan metode spektrofotometri UV-Vis sebagai pembanding
dengan Bromocresol Green sebagai reagen dan berberin sebagai standar.
Berdasarkan hasil penelitian, model PLS dengan metode spektroskopi NIR
memberikan hasil terbaik dengan nilai R2 kalibrasi sebesar 0,9642; R2 validasi
sebesar 0,9552; RMSEC sebesar 0,0656 dan RMSECV sebesar 0,0789. Model
yang telah terbentuk divalidasi dengan Leave One Out Cross Validation (LOOCV)
dan 2-Fold Cross Validation. Hasil validasi dari LOOCV sudah menunjukkan hasil yang bagus karena R2 > 0,91. Sedangkan untuk 2-Fold Cross Validation
menghasilkan R2 dengan nilai 0,9552.
Model PLS yang sudah divalidasi kemudian diaplikasikan pada sampel
nyata berupa serbuk daun jati cina, meniran, sambiloto, pegagan dan serbuk daun
sirsak. Kadar Alkaloid yang diperoleh dengan metode spektroskopi NIRkemometrik pada serbuk daun jati cina sebesar 0,7605% mg BE/g; meniran sebesar
0,41% mg BE/g; sambiloto sebesar 0,44% mg BE/g; teh pegagan sebesar 0,6337%
mg BE/ g dan teh daun sirsak sebesar 0,5608% mg BE/g. Hasil prediksi
spektrosokpi NIR-kemometrik kemudian dibandingkan dengan kadar yang
diperoleh dari metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penetapan kadar sampel
nyata dari kedua metode ini kemudian dianalisis secara statistik dengan Uji T Dua
Sampel Berpasangan untuk mengetahui apakah kedua metode tersebut memiliki
perbedaan yang bermakna atau tidak. Berdasarkan hasil Uji T Dua sampel
Berpasangan dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar yang diperoleh dari dua metode
tersebut tidak memiliki perbedaan yang bermakna karena nilai signifikansinya >
0,05 yaitu 0,855 dengan tingkat kepercayaan 95 %.
Description
Reupload file repository 7 April 2026_Rudy/Halima
