Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik SMA Pada Materi Hukum Newton

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan data dikumpulkan menggunakan metode tes dan dokumentasi. Lokasi pada penelitian ini di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Jember tahun ajaran 2024/2025 tepatnya di SMAN 2 Jember dan SMAN 4 Jember. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua kelas dengan jumlah 140 peserta didik yang telah menerima materi hukum Newton. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis peserta didik pada materi hukum Newton. Hasil penelitian yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan data hasil kemampuan penalaran matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal hukum Newton. Indikator kemampuan penalaran matematis peserta didik dalam penelitian ini menggunakan 4 indikator. Indikator pertama yakni menuliskan konjektur merupakan kemampuan peserta didik dalam menyatakan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal beserta dengan satuannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 48% peserta didik masuk kategori kuat sehingga dapat memnuhi indikator ini. Indikator kedua yakni memprediksi jawaban dan proses perhitungan merupakan kemampuan peserta didik dalam menuliskan informasi yang terdapat pada soal ke dalam diagram gambar dan menuliskan persamaan linier yang tepat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peserta didik masih cukup kesulitan dibuktikan dengan sebanyak 33% peserta didik masuk kategori sangat lemah. Indikator ketiga yaitu melakukan manipulasi matematika merupakan kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan sistem persamaan linier yang sering muncul dalam penyelesaian soal hukum Newton. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 47% peserta didik masuk kategori cukup, artinya sudah dapat melakukan perhitungan namun kurang mendalam. Indikator terakhir yakni menarik kesimpulan yaitu merupakan kemampuan peserta didik dalam menuliskan kembali hasil perhitungan secara lengkap dan mendiskripsikan hasil tersebut. Peserta didik masih sangat kurang pada indikator ini dibuktikan dengan 62% yang masuk kategori sangat lemah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nilai rata-rata tingkat kemampuan penalaran matematis peserta didik pada indikator pertama menuliskan konjektur sebesar 77 sehingga masuk pada kategori kuat, pada indikator kedua memprediksi jawaban dan proses perhitungan sebesar 39 sehingga masuk kategori lemah, pada indikator ketiga memanipulasi matematika didapatkan hasil sebesar 52 sehingga masuk pada kategori cukup, sedangkan pada indikator keempat menarik kesimpulan didapatkan hasil yang cukup rendah yakni 20 yang masuk pada kategori sangat lemah. Secara pendagogis, kelemahan dalam proses penalaran matematis ini dapat menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami pelajaran fisika yang akan berdampak pada hasil belajar.

Description

upload by Teddy_5/2/2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By