Strategi Hilirisasi Produk Samping Kopi Berbasis Ekonomi Sirkular dalam Upaya Penguatan Reseliensi Agroindustri (Studi Kasus: Rumah Kopi Banjarsengon, Jember)
| dc.contributor.author | Anida Rohimah | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-15T00:35:18Z | |
| dc.date.issued | 2026-09-08 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 15 September 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Agroindustri kopi menghasilkan berbagai produk samping yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan potensi nilai tambah ekonomi dan efisiensi sumber daya belum dimanfaatkan secara maksimal. Penerapan ekonomi sirkular melalui hilirisasi dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah, mengurangi limbah, dan mendukung resiliensi agroindustri. Rumah Kopi Banjarsengon (RKB), Kabupaten Jember, merupakan UMKM pengolahan kopi yang menghasilkan sekitar 600 kg produk samping per bulan. Pemanfaatan produk samping di RKB masih terbatas sehingga diperlukan strategi hilirisasi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi produk samping dan potensi pemanfaatannya, menentukan prioritas produk hilir, mengukur tingkat resiliensi, serta menyusun strategi prioritas hilirisasi produk samping di RKB. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Wawancara dilakukan dengan pemilik dan pekerja RKB serta pemilik dua UMKM pembanding, sedangkan kuesioner diberikan kepada pemilik RKB, praktisi kopi, dan perwakilan dinas terkait. Analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), Composite Resilience Index (CRI), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa RKB menghasilkan enam jenis produk samping, yaitu kulit ceri, kulit tanduk, kulit ari, lendir kopi, sekam kopi, dan kopi kopong. Produk samping tersebut berpotensi dikembangkan menjadi tujuh alternatif produk hilir. Analisis MPE menetapkan pakan ternak sebagai produk hilir prioritas dengan nilai 5.327.220. Nilai CRI sebesar 0,749 menunjukkan tingkat DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER viii DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER resiliensi RKB berada pada kategori tinggi. Dimensi rantai pasok memperoleh nilai 1,000, ekonomi 0,850, dan teknis 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dimensi teknis menjadi aspek utama yang perlu diperkuat. Analisis AHP menetapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan sebagai strategi prioritas dengan bobot 0,480. Strategi tersebut menjadi dasar penyusunan roadmap hilirisasi yang diarahkan pada pengembangan pakan ternak secara bertahap. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi produk samping dan memperkuat resiliensi usaha RKB. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Ir.Yuli Wibowo, S.TP., M.Si.,IPM. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14875 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknologi Pertanian | |
| dc.subject | Agroindustri | |
| dc.subject | kopi | |
| dc.subject | UMKM | |
| dc.subject | ekonomi | |
| dc.subject | efisiensi sumber daya | |
| dc.title | Strategi Hilirisasi Produk Samping Kopi Berbasis Ekonomi Sirkular dalam Upaya Penguatan Reseliensi Agroindustri (Studi Kasus: Rumah Kopi Banjarsengon, Jember) | |
| dc.type | Other |
