Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Articulate Storyline 3 terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pada abad ke-21 keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu kemampuan esensial yang wajib dimiliki oleh peserta didik guna menghadapi sebuah permasalahan. Adanya keterampilan berpikir kritis, peserta didik sanggup mennyelidiki informasi mendetail serta menyelesaikan masalah dengan tepat yang nantinya dapat memengaruhi hasil belajar peserta didik secara keseluruhan. Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik disebabkan karena kurang aktifnya peserta didik saat proses pembelajaran. Model Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang bisa dijadikan solusi untuk mengatasi rendahnya berpikir kritis dan hasil belajar karena model ini dapat mendorong peserta didik dalam keterampilan menyelesaikan sebuah permasalahan. Media Articulate Storyline 3 sesuai dengan model Problem Based Learning, karena media ini dapat mempercepat proses pembelajaran dengan menyajikan materi yang terstruktur dan terorganisir. Dengan penggunaan model dan media pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik terutama dalam mendalami materi fisika, salah satunya materi suhu dan kalor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Articulate Storyline 3 terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika peserta didik SMA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan metode true experiment design. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Posttest-Only Control Group Design. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Jember. Populasi yang digunakan yakni seluruh peserta didik kelas XI yang mendapatkan mata pelajaran fisika yaitu kelas XI-1, XI-2, XI-3, XI-4, XI-7,dan XI-8. Sampel penelitian ditentukan setelah dilakukan uji homogenitas terhadap populasi yang ditentukan dengan cara cluster random sampling. Sampel yang digunakan yakni kelas XI-2 sebagai kelas eksperimen dan XI-1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data keterampilan berpikir kritis menggunakan uji Independent Sample T-Test, sedangkan analisis data hasil belajar fisika menggunakan uji Mann-Whitney U dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa data keterampilan berpikir kritis diperoleh hasil uji normalitas nilai posttest dengan Sig. (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,721 dan kelas kontrol sebesar 0,071. Maka langkah selanjutnya melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample t-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan data yang diperoleh dari hasil belajar fisika diperoleh hasil uji normalitas nilai posttest dengan Sig. (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,006 dan kelas kontrol sebesar 0,000. Maka langkah selanjutnya melakukan uji hipotesis dengan menggunakan Mann Whitney U-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Problem Based Learning berbantuan media Articulate Storyline 3 terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Jember. Selain itu, terdapat pula pengaruh yang signifikan model Problem Based Learning berbantuan media Articulate Storyline 3 terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Jember.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 09

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By