Perbandingan Efektivitas Mol Rebung Bambu dan Em4 sebagai Bioaktivator Pupuk Bokashi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Cabai rawit (Capsicum fructuscens L.) adalah salah satu varietas cabai yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kandungan capsaicin ini juga diketahui berperan dalam membantu mengendalikan penyakit kanker. Peningkatan produksi tanaman cabai rawit dapat dilakukan dengan penambahan nutrisi yang mampu menunjang pertumbuhannya, salah satunya yaitu dengan pupuk organik. Pupuk kotoran sapi merupakan daur ulang kotoran sapi yang telah melalui proses dekomposisi kandungan hara yang menggunakan bantuan mikroorganisme. EM4 (Effective Microorganism-4) yaitu cairan yang mengandung berbagai jenis mikroorganisme yang bermanfaat, dimana sudah diperjualbelikan. Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah campuran mikroorganisme yang berasal dari lingkungan sekitar dan digunakan untuk mempercepat penghancuran bahan organik. Mikroorganisme lokal dapat diperoleh dari berbagai bahan lokal, salah satunya adalah rebung bambu. Larutan MOL rebung bambu difermentasi selama 14 hari kemudian dicampurkan pada kotoran sapi dan dedak, kemudian difermentasi kembali selama 22 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari tanaman cabai rawit terhadap pemberian variasi pupuk bokashi aktivator MOL rebung bambu dan pupuk bokashi aktivator EM4. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biofisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Selama proses pembuatan pupuk bokashi dilakukan pembenihan cabai rawit pada media tanam tanah selama 4 minggu. Bibit yang telah tumbuh dipilih dengan ukuran yang sama dan dipindahkan ke media tanam pupuk bokashi + tanah dengan variasi konsentrasi yang berbeda. Perlakuan variasi konsentrasi yang digunakan P0 (kontrol), P1 (200 g (P) :800 g (T)), P2 (400 g (P) : 600 g (T)), P3 (500 g (P) : 500 g (T)), P4 (600 g (P) : 400 g (T)), P5 (800 g (P) : 200 g (T)). Indikator yang diamati yaitu pH, konduktivitas listrik, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, massa basah, dan massa kering. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA menggunakan SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai pH pada MOL rebung dan EM4 lebih asam dari pupuk bokashi yang menyebabkan nilai konduktivitas listrik MOL rebung dan EM4 lebih tinggi. Unusr hara yang terkandung dalam pupuk bokashi aktivator MOL rebung dan pupuk bokashi EM4 hampir sama. Pemberian pupuk bokashi aktivator MOL rebung dan EM4 memiliki respon yang sama. Konsentrasi dengan tinggi tanaman dan luas daun yang optimal yaitu P2 dan P3, karena pada konsentrasi tersebut kandungan nutrisinya imbang. Semakin besar konsentrasi pupuk bokashi yang diberikan, semakin kecil pertumbuhan tanaman cabai rawit.

Description

Reupload Repositori File 04 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By