Keanekaragaman Nematoda Sebagai Bioindikator Kesehatan Tanah di Lahan Jeruk dan Pemanfaatannya Sebagai Poster
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Jeruk siam (Citrus nobilis) merupakan salah satu komoditas pertanian banyak
diminati oleh masyarakat, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengelolaan
lahan dengan menggunaan pupuk kimia atau pestisida dalam jangka panjang akan
mengubah struktur dan komposisi tanah, sehingga dapat mempengaruhi kesehatan
tanah. Indikator biologis dapat menjadi alternatif untuk merespon secara aktif
perubahan yang ada dalam tanah secara cepat, hal ini karena komponen biologis dalam
tanah berperan dalam fungsi ekosistem tanah, termasuk dekomposisi, siklus unsur
hara, dan fiksasi nitrogen. Nematoda dapat menepati berbagai niche ekologi, mulai
dari lingkungan laut, air tawar hingga terrestrial. Jumlah diversitas yang melimpah
serta sifatnya yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan yang disebabkan
oleh polutan, mampu menjadikan nematoda sebagai bioindikator kesehatan tanah.
Media edukasi mengenai nematoda penting untuk dilakukan sebagai penambah
wawasan bagi masyarakat terutama petani. Media poster dirasa memberikan manfaat
yang tepat untuk menyampaikan edukasi mengenai nematoda.
Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel tanah lahan jeruk Desa
Sidomekar, Semboro, Jember. Sampel tanah diekstrak menggunakan metode
Whitehead-tray. Nematoda yang didapat lalu dihitung populasinya dan dibuat preparat
semipermanen dengan metode Goodey (1937). Identifikasi nematoda menggunakan
kunci determinasi dari web Interactive Diagnostic Key to Plant Parasitic, Freeliving
and Predaceous Nematodes by UNL Nematology Lab Adapted from An illustrated Key
to Nematodes Found in Fresh Water. Analisis kesehatan tanah dilakukan
menggunakan beberapa indeks antara lain Indeks Keanekaragaman Shannon-wiener
(H’), Indeks kemerataan Evenness (J), indeks dominasi Simpson’s (C) dan Indeks
komunitas nematoda yang meliputi Indeks maturasi (MI), indeks parasit tanaman
(PPI), Rasio PPI/MI dan indeks maturase nematoda c-p 2-5 (MI2-5 Hasil identifikasi ditemukan 3520 nematoda yang terdiri dari 10 genus yaitu,
Tylenchus, Aphelenchus, Cephalobus, Prismatolaimus, Eudorylaimus,
Dorylaimoides, Iotonchus, Tyleptus, Mononchus, dan Mylonchulus. Hasil analisis
menunjukan nilai indeks keanekaragaman Shanon Wiener (H) sebesar 1,1 termasuk
kategori sedang. Nilai indeks kemerataan Evenness (J) sebesar 0,46 menunjukan
nematoda tidak terdistribusi secara merata pada lahan jeruk. Nilai indeks dominansi
Simpson’s (C) adalah 0,48 menunjukan dominansi nematoda sedang. Nilai indeks
nematoda parasit tanaman PPI bernilai 2 menunjukan nematoda parasit berdampak
rendah bagi tanaman. Indeks maturasi (MI) bernilai 3,87 menunjukan tingginya
komunitas nematoda yang sensitif terhadap gangguan lingkungan. Nilai rasio PPI/MI
adalah 0,51 menunjukan lingkungan stabil. Nilai indeks maturasi nematoda cp 2
hingga 5 (MI2-5) adalah 2,68 menunjukan tingginya kelompok nematoda yang sensitif
terhadap lingkungan. Hasil validasi poster dari ahli materi mendapat nilai sebesar 90%
ahli media sebesar 92%, dan pengguna sebesar 90% yang termasuk kategori sangat
layak.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan disimpulkan bahwa lahan jeruk
memiliki kategori kesehatan yang sehat dan stabil, namun mulai terusik oleh
pengelolaan lahan mengguanaan pupuk kimia dan pestisida yang tidak signifikan.
Poster yang telah divalidasi mendapatkan kesimpulan bahwa poster termasuk dalam
kategori yang sangat layak untuk digunakan pada masyarakat naun terdapat beberapa
sedikit revisi mengenai isi poster.
Description
Reupload Repository Maya 26 Maret 2026
