Penyutradaraan Film Wahyu: Penerapan Multiple Characters, Multiple Point of Views untuk Menimbulkan Emosi Penonton Terhadap Tokoh Wahyu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
karya tugas akhir, pengkarya sebagai sutradara akan membuat film
dengan menggunakan konsep penyutradaraan multiple characters, multiple point
of views. Konsep penyutradaraan ini merupakan salah satu dari konsep
penyutradaraan yang memanfaatkan sudut pandang tokoh yang ada dalam film.
Topik yang pengkarya angkat dalam film tugas akhir pengkarya adalah pelecehan
seksual yang ada di pondok pesantren. Pondok pesantren menjadi tempat
membina moral para santri dengan membatasi interaksi antara santri lawan jenis.
Pembatasan antara santri putra dan santri putri dilakukan untuk menghindari
perilaku buruk, seperti zina. Namun adanya pembatasan ini justru menimbulkan
fenomena pelecehan seksual yang disebut dengan fenomena nyempet. Pengkarya
membuat film ini dilatarbelakangi oleh fenomena nyempet atau pelecehan seksual
yang di pondok pesantren.
Secara garis besar film ini menceritakan seorang santri baru yang
memiliki kelainan seksual ingin melampiaskan hasrat seksnya ke santri lain di
pondok barunya, namun seorang santri mengetahui niat santri baru tersebut dan
menghalangi aksinya. Film Wahyu merupakan film bergenre thriller berdurasi 17
menit dengan menggunakan pendekatan multiple characters, multiple point of
views. Pengkarya menggunakan pendekatan multiple characters, multiple point of
views untuk menambah kompleksitas konflik dalam film. Konsep penyutradaraan
ini merupakan salah satu dari konsep penyutradaraan yang memanfaatkan sudut
pandang tokoh pada film. pengkarya menggunakan konsep ini dengan
menghadirkan sudut pandang tiap tokoh dalam film secara naratif dan sinematik.
Description
Reupload file repository 9 Februari 2026_Ratna
