Identifikasi Responsive Caregiving Ibu terhadap Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) pada Usia 0-1 Tahun di Wilayah Agrikultural Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

BBLR masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting karena menjadi penyumbang utama kematian pada neonatal khususnya di negaranegara berkembang. Lebih dari 20 juta bayi dalam setiap tahun lahir dengan berat kurang dan lebih dari 98% diantaranya terjadi di negara berkembang. Bayi dengan riwayat kelahiran BBLR beresiko 6 kali lebih tinggi mengalami perkembangan yang tidak normal dan akan kesulitan mengejar pertumbuhan yang tertinggal. Sehingga apabila ibu tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi pada usia tersebut maka dapat mempengaruhi perkembangnnya kedepannya. Pengasuhan yang responsif termasuk pemenuhan gizi, stimulasi tumbuh kembang, kesehatan lingkungan dapat mencegah permasalahan pada tumbuh kembang dapat ditingkatkan dengan adanya hubungan timbal balik yang aktif dan saling mempengaruhi antara ibu dan bayi. Akan tetapi interaksi tersebut dapat tertunda apabila bayi BBLR harus mendapatkan perawatan di ruang intensif yang menyebabkan bayi berpisah dengan ibunya, kondisi yang lemah pada bayi dengan BBLR sehingga menunjukkan sinyal yang kurang jelas, dan pengalaman pertama menjadi seorang ibu dapat mempengaruhi pengasuhan responsif ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran responsive caregiving pada ibu yang memiliki bayi dengan BBLR dalam rentang usia 0-1 tahun di Wilayah Agrikultural Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ajung dan Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling total sehingga didapatkan 89 responden ibu yang memiliki bayi dengan BBLR usia 0-1 tahun. data dikumpulkan menggunakan kuesioner Maternal Infant Responsiveness Instrument yang terdiri dari 22 pertanyaan dengan 3 indikator yaitu responsivitas ibu, responsivitas bayi, dan hambatan dalam responsivitas. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 24-34 tahun (53,9%), dengan tingkat pendidikan SD (37,1%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja sebanyak (87,6%). Mayoritas ibu memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya atau multipara (62,9%). Usia bayi yang diasuh berada dalam rentang 3-6 bulan (40,4%) dengan berat badan lahir bayi berada dalam rentang 1500-2500 gram (88,8%). Dari hasil analisis, ditemukan bahwa 50,6% ibu memiliki pengasuhan responsif yang rendah, sedangkan 49,4% memiliki pengasuhan responsif yang tinggi. Indikator dengan nilai tertinggi adalah responsivitas bayi (38,75), di mana sebagian besar ibu merasa senang dengan respons bayi mereka terhadap interaksi seperti bermain, berbicara, atau disentuh. Indikator kedua tertinggi adalah responsivitas ibu (38,69), menunjukkan bahwa sebagian besar ibu percaya diri dalam mengenali kebutuhan bayi, seperti memberi makan atau menenangkan saat menangis. Faktor-faktor seperti pendidikan rendah, pengalaman melahirkan (paritas), dan kondisi bayi (BBLR) memengaruhi tingkat responsivitas ibu. Bayi dengan berat lahir sangat rendah sering kali memberikan sinyal yang lemah, sehingga menyulitkan ibu untuk merespons secara tepat. Sehingga keterlibatan aktif perawat yang dapat dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, atau pelatihan diharapkan dapat meningkatkan responsive caregiving atau pengasuhan responsif ibu terhadap perawatan bayi khususnya BBLR.

Description

Reuploud file repositori 6 Mei 2026_Firli :: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By