Pengaruh Aplikasi Beberapa Jenis dan Dosis MOL (Mikroorganisme Lokal) Dalam Pengomposan Limbah Kulit Kopi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea Canephora)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kopi Robusta (coffea canephora) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber devisa negara. Potensi limbah kulit kopi di Indonesia akan terus meningkat setiap tahunnya, yaitu kopi robusta dengan limbah sebesar 1.425.923 ton/tahun. Pemanfaatan limbah kulit kopi dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi sebuah kompos sebagai pupuk alami pada tanaman kopi. Mikroorganisme lokal (MOL) merupakan salah satu dekomposer yang dapat digunakan untuk mengdekomposisi dalam pengomposan kulit buah kopi. Dalam penelitian ini MOL yang akan digunakan yaitu tomat dan bonggol pisang. Menurut Karyono dkk, (2017), jenis mikroba yang telah teridentifikasi pada MOL tomat dan bonggol pisang antara lain Bacillus sp., Aeramonas sp., Aspergillus nigger, Azospirillium, Azotobacter, mikroba pelarut phospat, mikroba selulotik, serta adanya kandungan zat pengatur tumbuh giberelin dan sitokinin pada bonggol pisang yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Jenis dan dosis MOL sangat berpengaruh dalam proses pengomposan sehingga perlu diidentifikasi untuk menghasilkan kompos yang berkualitas.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa jenis dan dosis MOL dalam pengomposan limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta (Canephora). Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I yaitu Jenis MOL yang ditunjukkan dengan simbol M yang terdiri dari 3 taraf, yakni M1 : EM4 (kontrol), M2 : MOL tomat dan M3 : MOL bonggol pisang. Faktor II yaitu Dosis MOL yang ditunjukkan dengan simbol D yang terdiri dari 4 taraf, yakni D0 : 0 ml (kontrol), D1 : 25 ml/5 kg , D2 : 50 ml/5 kg dan D3 : 75 ml/5 kg. Adapun parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), volume akar (mm), berat basah akar (g), berat kering akar (g), dan panjang akar (cm). Hasil data dianalisis menggunakan analisis ragam, jika ada perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%.
Kesimpulan penelitian menunjukkan (1) interaksi antara faktor pemberian jenis dan dosis MOL terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta menunjukkan berpengaruh sangat nyata pada variabel volume akar (mm) dan berat segar akar (g), namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (2,49 cm), jumlah daun (1,72 helai), diameter batang (1,15 cm), berat kering akar (0,40 g) dan panjang akar (1,71 cm). Kombinasi perlakuan Jenis MOL bonggol pisang dan Dosis MOL 75 ml (M3D3) menunjukkan perlakuan terbaik. (2) Pengaruh pemberian jenis MOL terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta berpengaruh sangat nyata pada variabel berat kering akar (6,04 g), sedangkan pada parameter tinggi tanaman (2,70 cm), jumlah daun (0,57 helai), diameter batang (0,24 cm), dan panjang akar (0,39 cm) berpengaruh tidak nyata. Perlakuan Jenis MOL bonggol pisang memberikan hasil yang terbaik. (3) Pengaruh pemberian dosis MOL terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta berpengaruh sangat nyata pada variabel dan berat kering akar (9,66 g), sedangkan pada parameter tinggi tanaman (2,99 cm), jumlah daun (1,28 helai), diameter batang (0,36 cm), dan panjang akar (1,96 m) berpengaruh tidak nyata. Perlakuan Dosis MOL 75 ml memberikan hasil yang terbaik.
Description
Reupload file repositori 12 Mar 2026_Maya
