Integrasi Metode Kano dan QFD dalam Peningkatan Kualitas dan Keberlanjutan Produk Bolu Kelapa Berbasis Preferensi Konsumen (Studi Kasus Bunda Zii Cake & Cookies, Trenggalek)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Penelitian ini dilakukan karena adanya persaingan industri pangan yang
menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas,
tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan konsumen serta menerapkan aspek
keberlanjutan. Bolu Kelapa Bunda Zii merupakan salah satu UMKM yang
memproduksi bolu berbahan baku kelapa lokal. Meskipun memiliki cita rasa khas,
pengembangan kualitas produk masih diperlukan agar mampu meningkatkan
kepuasan konsumen dan daya saing produk. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi kebutuhan konsumen, menentukan atribut prioritas,
mengevaluasi kinerja produk dibandingkan produk pesaing, serta menyusun
rekomendasi perbaikan melalui integrasi Model Kano dan Quality Function
Deployment (QFD).
Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen Produk
Bolu Kelapa Bunda Zii. Analisis Model Kano digunakan untuk mengklasifikasikan
atribut kebutuhan konsumen berdasarkan pengaruhnya terhadap kepuasan
pelanggan, sedangkan metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan
konsumen menjadi respon teknis melalui penyusunan House of Quality (HOQ).
Analisis QFD meliputi penentuan tingkat kepentingan atribut, perhitungan Raw
Weight, Normalized Raw Weight, Relationship Matrix, technical correlation
matrix, pembobotan respon teknis, Benchmarking, serta penyusunan rekomendasi
perbaikan.
Hasil klasifikasi menggunakan Model Kano menunjukkan bahwa dari 19
atribut kebutuhan konsumen, terdapat satu atribut yang tidak diprioritaskan untuk
dianalisis lebih lanjut dalam HOQ, sehingga digunakan 18 atribut kebutuhan
konsumen sebagai dasar penyusunan QFD. Berdasarkan hasil perhitungan, atribut
yang menjadi prioritas utama oleh produsen Bolu Kelapa Bunda Zii adalah P15
(kelengkapan label & keterangan pada kemasan), P16 (daya simpan cukup lama),
P3 (tingkat kemanisan pas), P14 (produk bersih dan higienis), dan P9 (produk
memberikan nilai lebih baik dibandingkan produk sejenis)
. Hasil Benchmarking menunjukkan bahwa Bolu Kelapa Bunda Zii telah
unggul pada 7 respon teknis sedangkan 8 lainnya memiliki kinerja yang yang lebih
rendah dibanding produk pesaing. Rekomendasi perbaikan teknis berhasil
dirumuskan berdasarkan hasil analisis QFD. Rekomendasi perbaikan difokuskan
pada respon teknis yang memiliki prioritas tinggi tetapi belum unggul dibandingkan
produk pesaing. prioritas perbaikan meliputi peningkatan standarisasi desain label
dan kemasan, penggunaan kemasan ramah lingkungan, kontrol kualitas kemasan,
kontrol kadar air produk, serta standarisasi ukuran dan berat. Implementasi
rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk,
memperkuat daya saing, sekaligus mendukung aspek keberlanjutan ekonomi
melalui efisiensi produksi serta aspek keberlanjutan lingkungan melalui
penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Description
Validasi file repositori 21 Agustus 2026_Firli
