Pengembangan E-modul Berbasis Kearifan Lokal Banyuwangi Pada Materi Teks Narasi untuk Peserta Didik Kelas IV Sdn 1 Karangdoro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kegiatan pembelajaran di sekolah dasar tidak terlepas dari penggunaan
bahan ajar, begitu juga dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1
Karangdoro. Guru masih menggunakan bahan ajar dari pemerintah yang belum
mengintegrasikan kearifan lokal daerah setempat. Pengintegrasian kearifan lokal
dalam kegiatan pembelajaran ini penting karena pemahaman peserta didik kelas IV
SDN 1 Karangdoro terhadap kearifan lokal masih rendah. Bahan ajar berbasis
kearifan lokal yang dapat diakses secara digital belum tersedia dan perlu
dikembangkan karena sarana dan prasarana sekolah telah memadai untuk
melaksanakan pembelajaran berbasis digital. Peserta didik pun diperbolehkan
untuk membawa ponsel, tetapi belum dimanfaatkan untuk kegiatan belajar di kelas.
Pengembangan bahan ajar digital ini berfokus pada modul elektronik
(e-modul) berbasis kearifan lokal Banyuwangi pada materi teks narasi yang
diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca dan memirsa. Teks narasi
berupa cerita rakyat Banyuwangi yang diintegrasikan di dalam e-modul tersebut,
yaitu Dewi Sekardadu, Dongeng Joko Wulur, Asal-Usul Banyuwangi, dan Legenda
Ki Ubret. Cerita-cerita tersebut memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diteladani oleh peserta didik.
Rumusan masalah pada penelitian ini ada dua, yakni: (1) bagaimanakah
proses pengembangan e-modul berbasis kearifan lokal Banyuwangi pada materi
teks narasi?; dan (2) bagaimanakah kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan produk
e-modul berbasis kearifan lokal Banyuwangi pada materi teks narasi? Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan, kevalidan, keefektifan,
dan kepraktisan dari e-modul berbasis kearifan lokal Banyuwangi pada materi teks
narasi untuk peserta didik kelas IV SDN 1 Karangdoro. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan atau Research and
Development (R&D) oleh Borg and Gall menggunakan delapan dari sepuluh
tahapan, sebab tahap kedelapan telah mampu menyimpulkan kelayakan dan
keefektifan produk serta menyajikan bukti-bukti empirik penelitian. Delapan
tahapan tersebut, yakni (1) penelitian pendahuluan; (2) perencanaan pengembangan
produk; (3) pengembangan desain produk awal; (4) validasi desain produk; (5)
revisi desain produk awal; (6) uji coba penggunaan skala kecil; (7) revisi desain
produk; dan (8) uji coba keefektifan. Teknik pengumpulan data yang digunakan,
antara lain observasi, wawancara, validasi, tes hasil belajar, dan respons peserta
didik. Seluruh data penelitian dikumpulkan menggunakan beberapa instrumen,
yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, lembar validasi produk, instrumen
tes, dan angket respons peserta didik.
Validitas produk e-modul berbasis kearifan lokal Banyuwangi memperoleh
skor akhir sebesar 90. Hasil tersebut didapatkan dari hasil validasi produk oleh tiga
validator ahli, yaitu ahli media, bahasa, dan materi. Efektivitas e-modul berbasis
kearifan lokal Banyuwangi sangat tinggi karena mendapatkan skor persentase
ketuntasan belajar peserta didik sebesar 85%. Produk pengembangan ini juga
dinyatakan sangat praktis dengan total skor sebesar 92,4 yang diperoleh dari
penghitungan data pengisian angket respons peserta didik.
Berdasarkan uraian tersebut, e-modul berbasis kearifan lokal Banyuwangi
dinyatakan valid, efektif, dan praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Karangdoro. Peserta didik dapat
memanfaatkan produk pengembangan ini dengan mempersiapkan kondisi ponsel
dan jaringan yang baik. Pendidik hendaknya selalu mengawasi kegiatan belajar
peserta didik serta mempersiapkan file berbentuk pdf untuk mengantisipasi masalah
jaringan. Penelitian ini belum sempurna, peneliti lain yang ingin meneliti hal serupa
perlu mempertimbangkan masalah pemilihan website untuk pengembangan produk,
kemudahan pengguna, kesesuaian bahasa maupun tampilan, serta hal-hal yang
berpotensi menghambat penerapan produk pengembangan.
Description
Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudy K/Lia
