Pengembangan Modul IPA Berbasis STEM untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Bagi Siswa SMP
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pemecahan masalah merupakan sebuah keterampilan yang dimiliki oleh
individu ataupun peserta didik yang didasarkan dari pengalamannya dalam
menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi. Keterampilan pemecahan
masalah sangat penting bagi siswa SMP, sebab pemecahan masalah dapat
mengintegrasikan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari oleh siswa dengan
pengetahuan yang baru dipelajarinya. Fakta dilapangan menyatakan bahwa
keterampilan pemecahan masalah masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan
dengan adanya evaluasi Program for International Student Assessment (PISA) pada
tahun 2018 yang menyatakan bahwa terjadi penurunan prestasi ilmiah dengan skor
396 dan bearada pada ranking 71 dari 79 negara. Salah satu aspek penilaian PISA
2018 ialah mengukur keterampilan pemecahan masalah bagi siswa yang
berhubungan sains. IPA adalah mata pelajaran yang sering dianggap sulit bagi
siswa SMP. Rendahnya minat siswa dalam belajar IPA berdampak buruk pada
keterampilan pemecahan masalah bagi siswa. Selain itu, masih banyak guru IPA
yang mengajar dengan metode kuno. Ketidaktepatan guru dalam memilih metode
pembelajaran menyebabkan siswa menjadi malas untuk belajar IPA.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and
Development) yang memiliki tujuan untuk menghasilkan sebuah produk bahan ajar
IPA yakni modul IPA berbasis STEM materi suhu, kalor dan pemuaian untuk
meningkatkan keterampilan pemecahan masalah bagi siswa SMP yang valid,
praktis, dan efektif. Model pengembangan yang diterapkan dalam penelitian adalah
model pengembagan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, diantaranya analisis,
desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Teknik analisis data yang
diterapkan yaitu validasi modul IPA berbasis STEM dan validasi modul ajar kurikulum merdeka menggunakan lembar validasi, kepraktisan modul IPA berbasis
STEM menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan angket
respon siswa, serta uji keefektifan modul IPA berbasis STEM menggunakan uji N-
gain dari penialaian pretest dan posttest.
Hasil dari validitas modul IPA berbasis STEM dengan menggunakan
instrumen lembar validasi dari perhitungan rata-rata tiga validator menunjukkan
bahwa presentase validitas sebesar 87% dengan kriteria sangat valid. Sementara
hasil validitas modul ajar suhu, kalor dan pemuaian dengan menggunakan
instrumen lembar validasi dari perhitungan rata-rata tiga validator menunjukkan
bahwa persentase validitas sebesar 92,5% dengan kategori sangat valid. Hasil dari
kepraktisan modul IPA berbasis STEM dengan menggunakan instrumen lembar
observasi keterlaksanaan dilakukan oleh tiga orang observer memperoleh nilai rata-
rata 90,09% dengan kriteria sangat praktis sehingga dapat dinyatakan terlaksana
dengan baik. Hasil efektivitas modul IPA berbasis STEM dilihat dari rata-rata pre-
test dan post-test yang menggunakan indikator keterampilan pemecahan masalah
menunjukkan peningkatan dengan nilai N-gain sebesar 0,56 yang termasuk dalam
kriteria sedang, artinya setelah menggunakan produk yang dikembangkan siswa
mengalami peningkatan keterampilan pemecahan masalah. Efektivitas produk yang
dikembangkan juga ditentukan dari angket respon siswa terhadap modul IPA
berbasis STEM mendapat respon yang positif dengan nilai sebesar 89,03% masuk
ke dalam kategori sangat baik.Berdasarkan hasil data penelitian yang diperoleh,
dapat disimpulkan bahwa modul IPA berbasis STEM materi suhu, kalor dan
pemuaian untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah bagi siswa SMP
telah valid, praktis, dan efektif sehingga layak untuk digunakan dalam
pembelajaran sebagai bahan ajar.
Description
Reupload File Repository 20 Februari 2026_Rudi H/Ardi
