Permodelan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Merah dalam Sistem Agrivoltaik Menggunakan Algoritma Machine Learning
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Skripsi ini berfokus pada analisis dampak sistem agrivoltaik terhadap
pertumbuhan tanaman selada merah dengan menggunakan algoritma machine
learning untuk memprediksi efek naungan dari panel surya (PV). Tujuan utama dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan selada yang
ditanam di bawah naungan PV dibandingkan dengan yang ditanam tanpa naungan,
serta untuk mengembangkan model prediksi pertumbuhan selada menggunakan
empat algoritma machine learning yang berbeda, yaitu Random Forest Regressor
(RFR), Support Vector Regressor (SVR), Extreme Gradient Boosting Regressor
(XGBR), dan Artificial Neural Networks (ANN).
Pada penelitian ini, data yang digunakan mencakup variabel lingkungan
seperti suhu, kelembapan relatif, dan Photosynthetically Active Radiation (PAR),
yang berfungsi sebagai input untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman. Sedangkan data output yang diambil berupa tinggi, lebar,
dan bobot selada. Proses penelitian dimulai dengan pengambilan data yang
dilakukan selama siklus panen selada yang berlangsung selama 35 hari. Tahapan
analisis data melibatkan preprocessing, yang mencakup interpolasi untuk
menangani data yang hilang, serta normalisasi menggunakan Z-Score untuk
menyelaraskan skala variabel. Data yang telah diproses kemudian dibagi menjadi
dua set: training dan testing. Set training digunakan untuk melatih model, sementara
set testing digunakan untuk menguji akurasi prediksi model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan dari panel surya memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap panjang dan bobot selada, yang disebabkan oleh
pengurangan intensitas cahaya yang diterima tanaman, sehingga menghambat
proses fotosintesis yang optimal. Di sisi lain, lebar daun selada tidak menunjukkan
perbedaan signifikan antara tanaman yang ditanam di bawah naungan PV dan yang
ditanam di lahan terbuka. Hal ini dapat dijelaskan oleh adaptasi tanaman yang berusaha memperlebar daunnya untuk memperoleh lebih banyak cahaya di bawah
naungan. Analisis menggunakan uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan
dalam panjang dan bobot selada antara kedua kondisi tersebut, dengan nilai p-value
yang lebih rendah dari 0,05, sedangkan untuk lebar daun, p-value yang lebih tinggi
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan.
Dalam hal pemodelan pertumbuhan selada, penelitian ini menggunakan
empat model machine learning untuk memprediksi hasil pertumbuhan berdasarkan
variabel lingkungan yang ada. Evaluasi performa model menggunakan metrik R²,
MAE, MSE, dan RMSE mengungkapkan bahwa model Random Forest (RF)
memberikan hasil terbaik, terutama dalam memprediksi lebar selada dengan R²
mencapai 0.979 dan MAE yang sangat rendah (0.059). Hasil ini menunjukkan
bahwa RF dapat mengidentifikasi hubungan yang lebih kompleks antara variabel
lingkungan dan pertumbuhan tanaman dengan lebih baik dibandingkan dengan
model lainnya. Sebaliknya, model SVR menunjukkan hasil yang kurang optimal,
terutama pada prediksi bobot selada, yang terlihat dari nilai MAE yang lebih tinggi
dan MSE yang besar. Model XGBR dan ANN juga memberikan hasil yang baik,
namun tidak mampu mengungguli RF dalam hal akurasi prediksi.
Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa sistem agrivoltaik dapat
memengaruhi pertumbuhan tanaman selada, terutama pada panjang dan bobot
tanaman, karena pengaruh intensitas cahaya yang tidak optimal di bawah naungan
panel surya. Random Forest terbukti sebagai model yang paling efektif untuk
memprediksi pertumbuhan selada dalam sistem agrivoltaik, mengingat
kemampuannya untuk menangani data yang kompleks dan hubungan non-linier
antara variabel yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Model ini
menunjukkan performa yang lebih stabil dan akurat, memberikan wawasan yang
berharga untuk pengembangan sistem agrivoltaik yang lebih efisien dalam produksi
pangan dan energi terbarukan.
Description
Reupload file repositori 27 Mar 2026_Maya
