Hubungan Work Schedules Characteristics Perawat dengan Kejadian Missed Nursing Care Dalam Perawatan Pasien di RSD dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Ifnadilla Ritma Sari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T04:38:01Z | |
| dc.date.issued | 2024-11-11 | |
| dc.description | Reupload file repository 19 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan aman tanpa ada yang terlewatkan atau tertunda merupakan salah satu peran perawat yang harus di terapkan (Nilasari et al., 2022). Akan tetapi kenyataannya di beberapa rumah sakit masih terdapat beberapa asuhan keperawatan yang terlewatkan atau tertunda atau yang biasa disebut missed nursing care (Chaboyer et al., 2021). Dalam studinya, Kalisch (2006) menjelaskan bahwa asuhan keperawatan yang sering tidak dilakukan antara lain ambulation, turning, delayed or missing feedings, patient education, discharge planning, emotional support, hygiene, intake and output documentation, dan surveillance (Elson dkk., 2022). Di Indonesia didapatkan bahwa sebesar 80% kinerja perawat dengan beberapa intervensi keperawatan masih di bawah standar (Putra et al., 2021). Nappo (2015) menjelaskan dalam missed nursing care model, bahwa faktor yang mempengaruhi missed nursing care adalah staff characteristics (demographics, work schedules, perceived staffing adequacy, absenteeism, overtime, role/occupation an). Dari berbagai faktor diatas, salah satu indikator staff characteristics adalah work schedules. Pentingnya jadwal kerja perawat yang optimal adalah hal penting untuk memberikan asuhan keperawatan yang baik dan lengkap tanpa terlewat kepada pasien (Rudi, 2021). Maka dari itu, perlu untuk ditingkatkan karakteristik penjadwalan yang baik, tidak melebihkan jam kerja perawat, keadilan dalam penetapan tugas, penjadwalan yang harus disusun dan ditetapkan sebulan sekali (Rudi, 2021). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan work schedules characteristics perawat dengan kejadian missed nursing care dalam perawatan pasien di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di RSD dr. Soebandi Jember. Adapun sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel minimal dalam penelitian ini dihitung menggunakan G*Power dengan effect size (ρ) 0,03 dengan alpha (α) 0,05 sehingga didapatkan sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 134 perawat yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nurse Scheduling Evaluation Questionnaire milik Zunaedi (2020) dan kuesioner MISSCARE Survey yang telah Razi (2024) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian distribusi karakteristik responden didapatkan rata-rata usia responden adalah 34,90, jenis kelamin menunjukkan sebanyak 99 perawat (67,3%) merupakan berjenis kelamin perempuan, dan pendidikan terakhir menunjukkan sebanyak 79 perawat (53,7%) merupakan lulusan Ners. Hasil distribusi frekuensi work schedules characteristics sebagian besar responden memiliki work schedules characteristics pada kategori cukup sebanyak 108 perawat (73,5%). Kemudian pada tingkat missed nursing care diketahui lebih dari separuh responden melakukan missed nursing care pada kategori rendah sebanyak 75 perawat (51%). Hasil tabulasi silang menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki work schedules characteristics cukup dengan missed nursing care rendah sebanyak 61 perawat (56,6%). Hasil uji korelasi spearman rank didapatkan hasil p value 0.001 (p <0,05) dengan nilai koefisien korelasi -0.273 dan arah korelasi negatif yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara work schedules characteristics perawat dengan kejadian missed nursing care dalam perawatan pasien di RSD dr. Soebandi Jember, artinya semakin tinggi work schedules characteristics maka semakin rendah tingkat missed nursing care yang dialami oleh perawat dan sebaliknya Kesimpulan penelitian ini yaitu sebagian besar perawat mengalami work schedules characteristic perawat cukup dan lebih dari separuh responden melakukan missed nursing care pada kategori rendah. Selain itu, analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan antara work schedules characteristics perawat dengan kejadian missed nursing care dalam perawatan pasien di RSD dr. Soebandi Jember. Oleh karena itu, perawat diharapkan dapat membuat jadwal kerja yang sesuai dengan karakteristik jadwal kerja serta perawat diharapkan mampu mengevaluasi work schedules characteristics dengan kejadian missed nursing care dengan cara mengidentifikasi dampak negatif. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kelelahan dan beban kerja perawat sehingga perawat dapat fokus serta mempunyai motivasi saat melakukan asuhan keperawatan, sehingga dapat menurunkan angka kejadian missed nursing care di tempat kerja. | |
| dc.description.sponsorship | Ns. Yulia Kurniawati, S.Kep., M.kep. - Ns. Alfid Tri Afandi, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3731 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Work Schedules Characteristics | |
| dc.subject | Perawat | |
| dc.subject | Missed Nursing Care | |
| dc.subject | Perawatan Pasien | |
| dc.title | Hubungan Work Schedules Characteristics Perawat dengan Kejadian Missed Nursing Care Dalam Perawatan Pasien di RSD dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
