Implementasi Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Masalah Keperawatan Ansietas di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Fahry Khamdan Setya Putra | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-13T04:10:34Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-18 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_13 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduannya. Kondisi ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga psikologis, salah satunya berupa ansietas. Ansietas yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi pasien melalui peningkatan hormon stres seperti kortisol yang berpengaruh terhadap kadar glukosa darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan ansietas adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan tugas akhir ini yaitu mengeksplorasi implementasi terapi relaksasi otot progresif pada pasien diabetes melitus tipe II dengan masalah keperawatan ansietas di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang. Desain laporan tugas akhir ini menggunakan metode studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah Ny. S yang dirawat di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan diagnosis Diabetes Melitus tipe II, mengalami ansietas berat dengan skor HARS 30, dalam kondisi composmentis, memenuhi tanda dan gejala mayor serta bersedia menjadi partisipan. Intervensi yang diberikan berupa terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan durasi 10-15 menit selama 4 hari. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas pada partisipan. Skor HARS mengalami penurunan dari 30 (ansietas berat) pada hari pertama menjadi 5 (tidak ada kecemasan) pada hari keempat. Selain itu, terjadi perbaikan tanda dan gejala seperti berkurangnya rasa khawatir, gelisah, tegang, tremor, serta perbaikan pola tidur dan tanda-tanda vital. Partisipan juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola stres dan beradaptasi terhadap kondisi penyakitnya. Partisipan dan keluarga diharapkan dapat melanjutkan latihan terapi relaksasi otot progresif secara mandiri. Perawat diharapkan dapat menerapkan intervensi ini sebagai terapi pendukung dalam mengatasi ansietas. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meningkatkan frekuensi latihan serta menganjurkan pasien dan keluarga melakukan latihan secara mandiri sejak awal setelah diberikan edukasi. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Laili Nur Azizah, S.Kep., Ns., M.Kep. DPA : Anggia Astuti S.Kep., Ns., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11098 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Ansietas | |
| dc.subject | Diabetes Mellitus Tipe II | |
| dc.subject | Relaksasi Otot Progresif | |
| dc.title | Implementasi Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Masalah Keperawatan Ansietas di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
