Analisis Pola Asessment pada Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka yang Disusun Oleh Guru Biologi Kelas X di Kota Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Abstract
Analisis Pola Asesmen Pada Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka yang
di Susun oleh Guru Biologi Kelas X di Jember. Erris Amalia, 220210103122,
60 Halaman, Program Studi S1 Pendidikan Biologi; Jurusan Pendidikan MIPA,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan pemerintah
Indonesia sejak tahun 2021 dengan menekankan fleksibilitas, penguatan karakter,
dan kreativitas peserta didik. Salah satu ciri khasnya adalah adanya modul ajar yang
menggantikan RPP, dengan guru diberikan keleluasaan penuh dalam merancangnya
sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu komponen penting dalam modul ajar
adalah rancangan asesmen, yang berfungsi mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Modul ajar yang
baik idealnya memuat rangkaian asesmen yang lengkap, mulai dari asesmen
diagnostik, formatif, hingga sumatif, dilengkapi teknik asesmen, instrumen, rubrik
penskoran, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), dan pengolahan
hasil asesmen. Namun demikian, tidak semua guru memiliki pemahaman dan
kesiapan yang sama dalam menyusun kelengkapan komponen tersebut, sehingga
penting untuk dikaji bagaimana pola asesmen yang sebenarnya diterapkan pada
modul ajar Biologi kelas X di Kota Jember.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelengkapan perangkat
asesmen pada modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang digunakan oleh guru
Biologi kelas X, dan (2) mengetahui jenis asesmen yang diterapkan berdasarkan
modul ajar tersebut di Kabupaten Jember. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran objektif mengenai kesiapan dan kualitas implementasi
asesmen dalam modul ajar Biologi kelas X, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan
masukan bagi guru maupun pihak sekolah dalam menyusun dan menyempurnakan
perangkat asesmen yang lebih lengkap, valid, dan relevan dengan prinsip-prinsip
Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis
dokumen. Objek penelitian berupa modul ajar Biologi kelas X yang disusun guru
pada tiga sekolah sampel (disamarkan sebagai Sekolah X, Y, dan Z), yang dipilih
berdasarkan peringkat sekolah terbaik di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan
dengan menelusuri dokumen modul ajar dari masing-masing sekolah, baik hard file
maupun soft file. Analisis data dilakukan melalui reduksi data (checklist
ketersediaan delapan komponen asesmen), penyajian data dalam bentuk tabel, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan perangkat asesmen pada
ketiga sekolah masih bervariasi. Sekolah X memperoleh persentase kelengkapan
62,5%, dengan dua komponen yang tidak ditemukan, yaitu KKTP dan pengolahan
hasil asesmen. Sekolah Y memperoleh 75%, dengan kekurangan pada komponen
yang sama. Sekolah Z juga memperoleh 75%, namun dengan pola berbeda, yaitu
kekurangan pada komponen asesmen sumatif dan pengolahan hasil asesmen,
sementara KKTP di sekolah ini justru telah tersedia. Perbedaan pola ini
menunjukkan bahwa ketidaklengkapan komponen asesmen tidak seragam di setiap
sekolah, melainkan bergantung pada pemahaman dan kesiapan masing-masing
guru.
Dari segi jenis asesmen, ketiga sekolah telah menerapkan asesmen
diagnostik, formatif, dan sumatif sesuai anjuran Kurikulum Merdeka, meski dengan
teknik yang berbeda. Sekolah X menggunakan teknik yang lebih konvensional,
seperti observasi non-tes melalui icebreaking dan tes pilihan ganda/uraian. Sekolah
Y menerapkan teknik yang lebih variatif dan berbasis teknologi, seperti
Kahoot/Quizizz, google form, dan proyek digital. Sekolah Z menerapkan asesmen
diagnostik dan formatif secara tertulis/lisan, namun tidak mencantumkan asesmen
sumatif secara eksplisit dalam modul ajarnya.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat asesmen
pada modul ajar Biologi berbasis Kurikulum Merdeka di Kota Jember belum
sepenuhnya lengkap, terutama pada komponen KKTP dan pengolahan hasil
asesmen, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun
perangkat asesmen yang komprehensif. Adapun jenis asesmen yang diterapkan
secara umum telah sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, meski masih
terdapat variasi kelengkapan, khususnya terkait pelaksanaan asesmen sumatif. Bagi
peneliti selanjutnya, disarankan memperluas jumlah sekolah sampel, wilayah
penelitian, dan jenjang kelas, serta mengkaji komponen modul ajar lain seperti
strategi dan media pembelajaran agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
