Analisis Perbandingan Algoritma Load Balancing Untuk Optimasi Performa Website Pelatihan Kerja Pada Lingkungan Berbasis Container

Abstract

Website Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Santi Nihon Gakkou memerlukan pengujian infrastruktur server untuk memetakan batas ketahanan maksimalnya hingga mencapai titik jenuh sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas akses. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis efektivitas tiga algoritma load balancing, yaitu Round Robin, Weighted Round Robin, dan Least Connection, pada lingkungan berbasis container (Docker) menggunakan Nginx. Pengujian kinerja dilakukan dengan metode stress testing menggunakan Apache JMeter melalui pemodelan beban konstan pada titik puncak sebanyak 600 concurrent users. Tiga skenario pengujian yang dieksekusi meliputi infrastruktur identik, infrastruktur heterogen, dan skenario failover. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pada infrastruktur identik, Round Robin menekan error rate paling baik (52,14%), sedangkan Weighted Round Robin unggul di kecepatan response time (5.890,73 ms) dan throughput (66,80 Rps). Pada infrastruktur heterogen, Weighted Round Robin terbukti paling tangguh dengan error rate terendah (48,72%) berkat distribusi beban yang proporsional, sementara Least Connection mencapai response time tercepat (8.788,65 ms). Pada skenario failover, Least Connection menjadi algoritma paling adaptif dalam mengalihkan traffic dengan error rate 75,43%. Analisis utilisasi sumber daya pada seluruh skenario menegaskan bahwa kapasitas CPU merupakan hambatan utama (bottleneck) sistem yang menyentuh tingkat utilisasi ekstrem, sementara konsumsi RAM terbukti stabil.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 21 Agustus 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By