Perbedaan Sectio Caesarea Metode Konvensional dan ERACS terhadap Kejadian Nyeri Pascaoperasi pada Pasien di RSD Kalisat Jember
| dc.contributor.author | Nabil Fairuz Reza | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T03:37:56Z | |
| dc.date.issued | 2024-12-11 | |
| dc.description.abstract | Enhanced recovery after cesarean surgery (ERACS) adalah sistem berbasis bukti yang manawarkan berbagai tahapan perioperatif untuk meningkatkan hasil pascaoperasi, mempercepat pemulihan ibu, dan mengurangi durasi perawatan di rumah sakit. ERACS merupakan metode SC terbaru dari metode konvensional. SC metode ERACS menawarkan obat analgesik multimodal dengan bupivakain dosis rendah <10 mg dikombinasikan dengan fentanil 25 mcg dan morfin 80 mcg. Sementara SC metode konvensional menawarkan obat bupivakain dosis tunggal 15 mg. Pemberian analgesik multimodal kepada pasien dapat mengurangi rasa nyeri akibat penghambatan impuls nyeri pada jalur desenden sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sectio caesarea metode konvensional dan ERACS terhadap kejadian nyeri pada pasien di RSD Kalisat Jember. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2024 di Rumah Sakit Daerah Kalisat Jember. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan penghitungan jumlah sampel menggunakan rumus Fleis with CC dan didapatkan sampel 62 sampel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari rekam medis di RSD Kalisat Jember. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi kejadian nyeri, uji homogenitas dengan Levene’s Test dan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov, serta analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan program SPSS for Windows. Hasil analisis bivariat dikatakan signifikan apabila nilai p < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan SC metode ERACS memiliki rata-rata skala nyeri 1,87 setelah operasi. Berdasarkan VAS, skala tersebut termasuk dalam kategori nyeri ringan. Sedangkan pada pasien dengan SC metode konvensional memiliki rata-rata skala nyeri 4,58 setelah operasi. Skala nyeri pada pasien SC metode konvensional tersebut termasuk dalam kategori nyeri sedang. Kesimpulan penelitian ini didapatkan perbedaan pasien SC metode ERACS dan konvensional terhadap kejadian nyeri, Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa SC metode ERACS dapat menurunkan kejadian nyeri pada pasien dibandingkan SC metode konvensional. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : dr. Erfan Efendi, Sp.An TI-FIP DPA : dr. Irawan Fajar Kusuma, M.Sc, Sp.PD | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1203 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Enhanced recovery after cesarean surgery (ERACS) | |
| dc.subject | Sectio Caesarea | |
| dc.subject | Nyeri | |
| dc.title | Perbedaan Sectio Caesarea Metode Konvensional dan ERACS terhadap Kejadian Nyeri Pascaoperasi pada Pasien di RSD Kalisat Jember | |
| dc.type | Other |
