Nilai Tambah Chip Ubi Kayu dan Prospek Pengembangan Tepung Ubi Kayu di CV. Tulus Abadi Kabupaten Trenggalek

dc.contributor.authorLilis Mega Reptiana
dc.date.accessioned2026-03-12T01:56:25Z
dc.date.issued2016-09-27
dc.descriptionReupload File Repositori 27 September 2016_Kurnadi
dc.description.abstractKabupaten Trenggalek memiliki produksi ubi kayu yang tinggi di Jawa Timur. Di Kabupaten Trenggalek banyak dikembangkan agroindustri tepung tapioka, mocaf dan tepung ubi kayu. CV. Tulus Abadi mengolah chip ubi kayu menjadi tepung ubi kayu. Pada kegiatan produksi tepung ubi kayu CV. Tulus Abadi terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan teknologi, harga chip ubi kayu fluktuatif, agroindustri belum memiliki ijin usaha sehingga kurang mendapat dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha namun agroindustri mampu mensuplay kebutuhan agroindustri besar di luar Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sistem produksi; (2) nilai tambah; (3) prospek pengembangan agroindustri tepung ubi kayu di CV. Tulus Abadi Kabupaten Trenggalek. Penelitian dilakukan di agroindustri tepung ubi kayu di CV. Tulus Abadi. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitis. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dengan kuesioner dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) sistem produksi agroindustri tepung ubi kayu a) ketenagakerjaan: tidak ada kriteria khusus tenaga kerja, termasuk agroindustri skala kecil, b) pengadaan bahan baku dipengaruhi musim dan cuaca berdampak terhadap mutu dan kuantitas tepung ubi kayu yang dihasilkan, c) tahapan proses produksi : persiapan bahan baku, penggilingan, dan pengemasan dengan kemasan 50 kg per karung plastik, d) tipe produksi terus menerus, e) tata letak tergolong tipe tata letak produk, f) lokasi agroindustri dekat sumber bahan baku, buruh tersedia di sekitar agroindustri dan tingkat upah relatif terjangkau, g) output produksi belum sepenuhnya sesuai standar SNI tetapi sudah sesuai permintaan konsumen. (2) nilai tambah pengolahan chip ubi kayu menjadi tepung ubi kayu dan cera di adalah positif, sebesar Rp 614,03 dan rasio nilai keseluruhan yaitu 15,03%. (3) Agroindustri tepung ubi kayu CV. Tulus Abadi berada pada matriks kompetitif relatif white area (Bidang Kuat-Berpeluang) artinya agroindustri tepung ubi kayu mempunyai kekuatan untuk mengerjakannya dan mempunyai peluang pasar yang prospektif untuk dikembangkan, nilai IFAS sebesar 2,48 dan nilai EFAS sebesar 2,31. keseluruhan yaitu 15,03%. (3) Agroindustri tepung ubi kayu CV. Tulus Abadi berada pada matriks kompetitif relatif white area (Bidang Kuat-Berpeluang) artinya agroindustri tepung ubi kayu mempunyai kekuatan untuk mengerjakannya dan mempunyai peluang pasar yang prospektif untuk dikembangkan, nilai IFAS sebesar 2,48 dan nilai EFAS sebesar 2,31.
dc.description.sponsorshipDPU : Dr. Triana Dewi Hapsari, SP., MP DPA : Titin Agustina, SP., MP
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5198
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectChip Ubi Kayu
dc.subjectTepung Ubi Kayu
dc.titleNilai Tambah Chip Ubi Kayu dan Prospek Pengembangan Tepung Ubi Kayu di CV. Tulus Abadi Kabupaten Trenggalek
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lilis Mega Reptiana - 121510601089.pdf
Size:
2.01 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: