Analisis Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Terbangun di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Berbagai macam fenomena alih fungsi lahan terus mengalami perubahan
dari waktu ke waktu. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki lahan
pertanian yang luas, sumber daya alam beraneka ragam dan berlimpah. Di negara
agraris seperti Indonesia, pertanian mempunyai peranan yang sangat penting pada
sektor pemenuhan kebutuhan pokok, selain itu pertanian memiliki peranan yang
besar dalam mendongkrak sektor sosial, sektor perekonomian, dan perdagangan.
Perkembangan wilayah identik dengan perubahan kawasan terbangun.
Perkembangan wilayah kota Jember dan sekitarnya, khususnya di kecamatan
Sumbersari tidak hanya untuk perkembangan pusat kawasan perkotaan yang identik
dengan menitik beratkan pada perkembangan non-pertaniannya saja, namun juga
dikembangkan menjadi pusat perkembangan perdagangan, pendidikan, pertanian
dan jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis alih fungsi lahan
pertanian menjadi kawasan terbangun di Kecamatan Sumbersari Kabupaten
Jember.
Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif
kuantitaif, hal ini untuk melihat perubahan penggunaan lahan pada google earth
engine. Penelitian ini menggunakan 4 kelas lahan diantaranya, lahan terbangun,
lahan kosong, sawah, serta kebun dan menggunakan 35 sampel. Teknik pengelolaan
data yang digunakan yaitu klasifikasi pada google earth engine menggunakan
supervised maximum likehood dan uji akurasi.
Hasil yang ditujukan yaitu banyaknya alih fungsi lahan yang terjadi
disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi pada setiap tahunnya.
Hasil dari ekstraksi citra sentinel 2-a pada tahun 2017 & 2022 menggunakan
algoritma Random Forest dan CART yang telah dilakukan, didapatkan hasil
klasifikasi citra penggunaan lahan. data Random Forest menunjukan penggunaan
lahan di Kecamatan Sumbersari pada tahun 2017 sebanyak 3.704 ha. Dengan
penggunaan lahan terbanyak terdapat pada kelas lahan sawah yaitu sebanyak
1.685,6 ha, kemudian diikuti dengan luas kelas lahan terbangun sebanyak 1.176,4
ha, kelas kebun dengan luas sebanyak 586 ha, dan kelas lahan yang paling sedikit
terdapat pada lahan kosong yaitu 256 ha. Dengan seiring waktu, data menunjukkan
adanya perubahan penggunaan luas lahan di Kecamatan Sumbersari. Perubahan
lahan terluas pada tahun 2022 terdapat pada kelas sawah yang mengalami
penurunan luas lahan sebanyak 652,3 ha, sedangkan pada ketiga kelas lahan lainnya
mengalami peningkatan. Data algoritma CART menunjukkan penggunaan lahan di
Kecamatan Sumbersari pada tahun 2017 sebanyak 3.704 ha. Dengan penggunaan
lahan terbanyak terdapat pada kelas lahan sawah yaitu sebanyak 1.513,6 ha,
kemudian diikuti dengan luas kelas lahan terbangun sebanyak 1.174,8 ha, kelas
kebun dengan luas sebanyak 718,8 ha dan kelas lahan yang paling sedikit terdapat
pada lahan kosong yaitu 296,8 ha. Dengan seiring waktu, data menunjukkan adanya
perubahan penggunaan luas lahan di Kecamatan Sumbersari. Perubahan lahan
terluas pada tahun 2022 terdapat pada kelas lahan kosong yang mengalami
peningkatan luas lahan sebanyak 414 ha, sedangkan pada lahan terbangun luas
lahan mengalami peningkatan sebanyak 245,8 ha. Pada tahun 2022 luas kelas sawah
mengalami penurunan sebanyak 527,3 ha, sedangkan kebun mengalami penurunan
luas sebanyak 201,5 ha.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode purposive sampling yang
digunakan dalam menentukan titik sampel untuk pemetaan penggunaan lahan di
Kecamatan Sumbersari telah memberikan hasil yang valid, dengan tingkat akurasi
mencapai 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa uji akurasi yang dilakukan dapat
dikategorikan sebagai akurat, sesuai dengan standar nilai akurasi yang baik dalam
pemetaan penggunaan lahan. Namun, terdapat beberapa ketidakkonsistenan pada
klasifikasi untuk kelas lahan kebun dan kelas lahan di lahan terbangun
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 26
