Flow Injection dengan Deteksi Spektrofotometri Cahaya Tampak untuk Penentuan Fe(ll) Terkompleks Fenantrolin
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan IImu Pengetahuan Alam
Abstract
Besi(II) merupakan unsur yang keberadaannya terbanyak keempat di kerak
bumi dan berperan penting sebagai mikronutrien untuk pertumbuhan organisme
laut. Kadar besi yang rendah dapat menghambat pertumbuhan fitoplankton, dapat
menyebabkan anemia pada tubuh manusia, sedangkan zat besi yang berlebih dapat
menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Besi tersedia dalam bentuk besi(II) dan
besi(III). Besi(III) secara termodinamika lebih stabil, namun besi(II) lebih mudah
larut dalam air dan tersedia banyak di alam. Kadar besi(II) dapat dianalisis dengan
beberapa metode seperti Flow Injection Analysis (FIA), spektrofotometer UV
Visible, spektrofotometer serapan atom, dan lain-lain. Metode-metode tersebut
memiliki kekurangan seperti membutuhkan waktu analisis yang lebih lama, dan
biaya yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode
penggabungan FIA dengan detektor spektrofotometer cahaya tampak, dan reagen
fenantrolin. Metode penggabungan ini merupakan yang sederhana dan akurat untuk
menentukan besi dalam larutan. Pengukuran besi(II) menggunakan FIA ini
dipengaruhi oleh panjang mixing coil, dan pH buffer. Pengukuran besi(II) dengan
reagen fenantrolin juga dapat mengalami gangguan oleh beberapa ion logam seperti
Na+, Mg2+, dan Ca2+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum
pH buffer dan panjang mixing coil dalam metode Flow Injection Analysis yang
dikombinasikan dengan spektrofotometri cahaya tampak, mengetahui kinerja dari
metode FIA-spektrofotometer cahaya tampak, serta mengetahui pengaruh ion
pengganggu Na+, Mg2+, dan Ca2+ terhadap absorbansi kompleks Fe-Fenantrolin.
Description
reeapload 2026 Rudi H
