Analisis Hubungan Jenjang Pendidikan Formal dengan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Swamedikasi Antibiotik Masyarakat di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang mendesak dan terus berkembang dikarenakan penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat. Selain disebabkan oleh mutasi alamiah bakteri, resistensi antibiotik juga disebabkan oleh perilaku swamedikasi antibiotik masyarakat. Hal ini disebabkan karena masyarakat menganggap antibiotik sebagai obat yang dapat menyembuhkan semua penyakit. Seseorang memeroleh dan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter dalam upaya mengurangi atau mengobati gejala seperti batuk, pilek, demam, dan diare. Penyalahgunaan antibiotik pada perilaku swamedikasi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang tepat. Salah satu faktor kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat ialah pendidikan formal yang tidak memadai. Sementara itu, angka partisipasi sekolah di Kabupaten Jember masih di bawah rata-rata Indonesia Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara jenjang pendidikan formal dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi antibiotik masyarakat di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan desain cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner. Penelitian dilakukan di 22 ruang publik Kabupaten Jember pada bulan Oktober-November 2024. Jumlah subjek penelitian yaitu 418 responden. Data karakteristik demografi dan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi antibiotik diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis bivariat antara jenjang pendidikan formal dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku diuji menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenjang pendidikan formal subjek terdiri atas kategori rendah (36,4%), menengah (44,5%), dan tinggi (19,1%). Tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi antibiotik mayoritas subjek adalah buruk, yaitu masing-masing sebesar 40,2% dan 64,1%. Sementara itu, tingkat perilaku swamedikasi antibiotik mayoritas subjek adalah sedang, yaitu sebesar 45,0%. Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif dengan kuat hubungan "sedang" antara jenjang pendidikan formal dengan pengetahuan (r=0,507); serta kuat hubungan "lemah" antara jenjang pendidikan formal dengan sikap (r=0,335) dan perilaku (r=0,270). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif antara jenjang pendidikan formal dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi antibiotik masyarakat di Kabupaten Jember yang masing-masing memiliki kuat hubungan sedang, lemah, dan lemah.
Description
Reupload file repository 26 Februari 2026_Yudi
