Toksisitas Campuran Ekstrak Daun Ceremai (Phyllanthus Acidus (L.) Skeels) dan Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi Powell) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti dan Pemanfaatannya Sebagai E-Book
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Peningkatan kasus DBD di Kabupaten Jember perlu diperhatikan penanganannya. Salah satu penanganan kasus DBD dapat dilakukan dengan pemberian senyawa yang bersifat toksik bagi larva nyamuk Ae. Aegypti untuk menekan perkembangan nyamuk Ae. Aegypti. Toksisitas LC50 merupakan efek yang terdapat dalam sebuah senyawa aktif yang bersifat merusak organ hingga mematikan organisme pada konsentrasi tertentu. Senyawa yang toksik dapat diperoleh dari kandungan bahan kimia yang bersifat toksik. Namun, penggunaan bahan kimia yang berkepanjangan akan menimbulkan efek negatif bagi lingkungan hingga kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan bahan alami yang berpotensi sebagai biolarvasida untuk pengendalian kasus DBD. Bahan alami yang berpotensi sebagai biolarvasida yaitu daun ceremai dan kayu putih yang dikombinasikan untuk membentuk sebuah ekstrak yang bersifat toksik terhadap larva Ae. Aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dan menganalisis nilai toksisitas LC50 campuran ekstrak daun ceremai dan kayu putih, serta 2) untuk mengetahui tingkat validitas hasil penelitian berupa e-book yang dapat digunakan sebagai sumber bacaan bagi masyarakat dengan topik yang relevan. Metode yang dilakukan diawali dengan ekstraksi simplisia daun ceremai dan kayu putih. Selanjutnya, dilakukan skrining fitokimia secara kualitatif pada hasil ekstraksi dan dilanjutkan dengan uji pendahuluan untuk mengetahui serial konsentrasi yang akan digunakan pada uji akhir. Setelah diperoleh serial konsentrasi yang tepat, dilakukan kolonisasi larva dan uji akhir menggunakan serial konsentrasi yang telah ditetapkan dengan tiga kali pengulangan serta menggunakan perlakuan kontrol dengan abate selama 48 jam. Hasil uji akhir kemudian diamati dan dihitung jumlah larva yang mati dalam setiap perlakuan dan pengulangan. Hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis probit dengan software SPSS 25. Data hasil pengamatan selanjutnya diolah menjadi e-book dan divalidasi oleh seorang ahli materi, ahli media, dan tiga pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50 campuran ekstrak daun ceremai dan kayu putih sebesar 209,739ppm. Hasil ini lebih kecil daripada ekstrak tunggal pada penelitian terdahulu. Nilai LC50 yang lebih kecil ini mengindikasikan bahwa campuran ekstrak daun ceremai dan kayu putih lebih toksik daripada ekstrak tunggal yang tidak dikombinasikan. Hasil validasi e-book memiliki nilai rata-rata 60,2 atau 83,5% dengan kategori valid sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bacaan dengan topik yang relevan.
Description
Reupload File Repository 4 Juni 2026_Yudi
:: Finalisasi Repositori File 7Juni 2026_Kurnadi
