Analisis Pengaruh Campuran Biochar Sekam Padi dan Pupuk Kompos terhadap Nilai Resistivitas Tanah Konfigurasi Wenner
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Tanah merupakan komponen penting yang terdiri dari mineral, bahan
organik, air, udara, dan organisme hidup. Kesuburan tanah dapat ditingkatkan
secara berkelanjutan menggunakan bahan pembenah tanah yang baik yang berasal
dari bahan organik seperti biochar dan pupuk kompos. Biochar adalah hasil dari
proses pembakaran biomassa seperti sekam padi yang dibakar dengan keadaan
oksigen yang terbatas. Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari penguraian
bahan organik alami seperti kotoran sapi. Resistivitas tanah merupakan indikator
yang dapat digunakan untuk mengukur kesuburan tanah, semakin tinggi nilai
resistivitas tanah maka kandungan air pada tanah akan semakin berkurang, sehingga
proses pertumbuhan tanaman akan terhambat. Pada penelitian ini pengukuran nilai
resistivitas tanah menggunakan metode resistivitas konfigurasi wenner. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil pengaruh campuran biochar sekam
padi dan pupuk kompos terhadap nilai resistivitas tanah selama periode waktu
pengamatan.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan
dengan eksperimen pemberian campuran biochar sekam padi dan kompos pada
tanah kemudian diukur menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi
wenner, dengan 2 elektroda arus dan 2 elektroda potensial, jarak setiap elektroda
untuk n1 yaitu 2 cm dan n2 yaitu 4 cm. Data yang didapatkan akan diolah
menggunakan software Res2Dinv. Terdapat 6 polybag yang digunakan ukuran 40
cm x 40 cm dengan massa tanah 9 kg yang berjenis lempung berpasir dan dosis
biochar dan kompos terdiri dari : E1 150 g biochar + 300 g pupuk kompos, E2 180
g biochar + 270 g pupuk kompos, E3 210 g biochar + 240 g pupuk kompos, E4 270
g biochar + 180 g pupuk kompos, dan E5 300 g biochar + 150 g pupuk kompos.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari ke-0 perlakuan kontrol
dengan resistivitas 359Ωm, biochar 180g+kompos 270g dengan resistivitas 132
Ωm, biochar 300g+kompos 150g dengan resistivitas 105 Ωm, biochar
270g+kompoos 180g dengan resistivitas 103 Ωm, biochar 210g+kompos 240g
dengan resistivitas 95,5 Ωm, dan yang paling rendah yaitu biochar 150g + 300g
dengan resistivitas 69,4 Ωm. Pada minggu ke-1 perlakuan biochar
210g+kompos240g dengan resistivitas 74,8Ωm, biochar 180g+kompos 270g
dengan resistivitas 46 Ωm, biochar 270g+kompos 180g dengan resistivitas
45,1Ωm, kontrol dengan resistivitas 44,8Ωm, biochar 150g+kompos 300g dengan
resistivitas 34,2 Ωm, dan yang paling rendah yaitu biochar 300g + 150g dengan
resistivitas 30Ωm. Pada minggu ke-2 perlakuan kontrol dengan resistivitas
39,9Ωm, biochar 210g+kompos 240g dengan resistivitas 36,8Ωm, biochar
180g+kompos 270g dengan resistivitas 32,1Ωm, biochar 300g+kompos 150g
dengan resistivitas 28,6Ωm, biochar 150g+kompos 300g dengan resistivitas
14,3Ωm, dan yang paling rendah yaitu biochar 270g + kompos 180g dengan
resistivitas 7,82Ωm.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
analisis hasil pengaruh campuran biochar dan pupuk kompos selama waktu
pengamatan dapat menurunkan nilai resistivitas tanah secara bertahap seiring
waktu. Pada hari ke-0 nilai resistivitas dari setiap perlakuan dipengaruhi oleh sifat
asli dari tanah, biochar, dan kompos sehingga belum dapat menunjukkan tanah
mana yang memiliki kesuburan yang baik. Penurunan nilai resistivitas mulai terlihat
pada minggu ke-1 dan minggu ke-2 karena biochar dan kompos yang semakin lama
tertahan di dalam tanah dapat menurunkan nilai resistivitas tanah. Sehingga
tanaman yang memerlukan resistivitas tinggi dapat ditanam setelah biochar dan
kompos baru di aplikasikan, dan untuk tanaman yang memerlukan resistivitas tinggi
dapat ditanam setelah beberapa waktu pengaplikasian biochar dan kompos pada
tanah.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 23
