Pengaruh Model Project-Based Learning (Pjbl) Terhadap Creative Thinking dan Creative Performance Siswa SMP dalam Pembelajaran IPA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di jenjang SMP bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa melalui berbagai aktivitas seperti eksperimen, observasi, serta proyek ilmiah. Namun, permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA di Indonesia adalah rendahnya kreativitas siswa, yang terlihat dari peringkat kreativitas Indonesia yang masih rendah serta hasil penelitian yang menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide inovatif. Faktor utama penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran yang masih kurang inovatif dan belum sepenuhnya mendukung pengembangan kreativitas siswa. Oleh karena itu, diperlukan solusi berupa penerapan model pembelajaran yang lebih efektif, salah satunya adalah ProjectBased Learning (PjBL). Model ini menawarkan pendekatan inovatif berbasis proyek yang tidak hanya meningkatkan penguasaan konsep akademik tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi. PjBL dapat meningkatkan motivasi intrinsik serta tanggung jawab mereka dalam proses pembelajaran. Namun, meskipun PjBL telah banyak diterapkan, penelitian sebelumnya lebih menekankan pada peningkatan kemampuan kognitif siswa, sementara dampaknya terhadap creative performance masih belum banyak dikaji. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas PjBL dalam meningkatkan creative thinking dan creative performance siswa dalam pembelajaran IPA. Quasi-eksperimen adalah salah satu jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Desain penelitian yang digunakan merupakan posttest-only control group design. Desain tersebut dipilih karena memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil pembelajaran antara kelompok siswa yang mendapatkan perlakuan tertentu dengan kelompok kontrol diajarkan menggunakan ajaran guru seperti biasa (konvensional). Penelitian ini melibatkan dua kelompok siswa kelas VIII, yaitu kelas A sebagai kelas eksperimen yang mengaplikasikan pembelajaran PjBL dan kelas C sebagai kelas kontrol yang menjalani pembelajaran seperti pada umum siswa tersebut jalani. Analsis data yang digunakan adalah independent sample t-test untuk creative thinking dan mann whitneyi untuk creative performance, dengan menggunakan IBM SPSS versi 27. Model Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif (creative thinking) dan performa kreatif (creative performance) siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji statistic independent sample t-test untuk creative thinking dan uji statistik mann whitney untuk creative performance menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001. Sehingga dapat dikatakan nilai tersebut kurang dari 0,005. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang mengikuti PjBL dengan metode konvensional. Setiap indikator creative thinking seperti fluency, flexibility, originality, dan elaboration menunjukkan peningkatan yang nyata di kelas eksperimen. Siswa mampu menghasilkan ide yang beragam, orisinal, dan terstruktur secara sistematis karena keterlibatan aktif mereka dalam proyek. Demikian juga, aspek-aspek creative performance seperti novelty, resolution, dan elaboration & synthesis menunjukkan bahwa siswa mampu mewujudkan ide-ide kreatif ke dalam bentuk karya nyata yang fungsional dan bernilai. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kuat antara kemampuan creative thinking dan creative performance, dengan koefisien korelasi diatas 0,7. Ini menunjukkan bahwa kemampuan creative thinking merupakan fondasi penting dalam membentuk creative performance siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya pengembangan pola pikir kreatif sebagai dasar dari proses penciptaan. PjBL dinilai sebagai pendekatan yang ideal karena menyatukan proses berpikir dan penerapan ide dalam satu alur pembelajaran yang utuh dan kontekstual. Oleh karena itu, disarankan agar model ini diterapkan secara luas dalam pembelajaran IPA di SMP agar siswa dapat belajar secara lebih bermakna, kontekstual, dan kreatif.

Description

Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By