Implementasi Balance Exercise terhadap Peningkatan Keseimbangan pada Lansia dengan Risiko Jatuh di UPT PSTW Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Lansia merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan fungsi fisik, terutama pada sistem muskuloskeletal dan keseimbangan tubuh, sehingga meningkatkan risiko jatuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cedera, fraktur,
keterbatasan mobilitas, hingga penurunan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengurangi risiko jatuh adalah balance exercise, yaitu latihan keseimbangan yang bertujuan meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah dan kontrol postural.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan lansia yang memiliki diagnosis keperawatan risiko jatuh. Pengambilan data dilakukan
pada tanggal 13–26 April 2026 di UPT PSTW Jember melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi Timed Up and Go Test (TUGT), lembar observasi SLKI dukungan mobilisasi, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) balance exercise. Intervensi dilakukan selama 2 minggu sebanyak 6 sesi dengan durasi ±30 menit setiap pertemuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki karakteristik risiko jatuh berupa kelemahan pada kaki kiri, gangguan keseimbangan saat berdiri dan berjalan, riwayat jatuh berulang, serta penggunaan alat bantu jalan. Pada pengkajian awal, hasil TUGT menunjukkan waktu 23 detik yang menandakan adanya gangguan mobilitas dengan kebutuhan bantuan. Setelah dilakukan implementasi balance exercise, hasil TUGT membaik menjadi 18 detik. Kemampuan pasien berdiri tanpa bantuan juga meningkat secara bertahap dari 8 detik menjadi 30 detik. Selain itu, pasien tampak lebih stabil saat berjalan, mampu melakukan latihan secara mandiri, dan mengalami penurunan kelemahan pada kaki kiri.
Balance exercise memberikan dampak positif terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia. Penelitian selanjutnya
disarankan dapat mengembangkan variasi gerakan dan durasi latihan agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Perawat juga diharapkan dapat menerapkan balance exercise sebagai terapi pendukung bagi lansia dengan gangguan keseimbangan dan
risiko jatuh.
Description
Finalisasi Maya_09 Juli 2026
