Kesantunan Berbahasa Masyarakat Madura DI Daerah Ptpn XII Kendeng Lembu Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini menganalisis fenomena kebahasaan berupa kesantunan
berbahasa yang terjadi di masyarakat Madura di daerah PTPN XII Kendeng Lembu,
Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa masyarakat Madura
dalam ranah keluarga dan ketetanggaan. Kesantunan berbahasa dapat diukur
dengan menggunakan penerapan prinsip kesantunan, pemarkah kesantunan, dan
skala kesantunan. Penelitian ini juga bertujuan mendeskripsikan kapan dan apa
tujuan kesantunan berbahasa itu diterapkan oleh masyarakat Madura dalam
inetraksinya dengan sesama masyarakat Madura.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan
dalam tahap penyediaan data ini adalah dengan metode cakap yang dengan
menggunakan teknik dasar pancing. Teknik selanjutnya dengan teknik rekam. Yang
dilanjutkan dengan teknik rekam dan teknik simak libat cakap dan teknik catat.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode padan.
Metode padan adalah metode yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan
tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Metode padan yang
digunakan yaitu metode padan pragmatik yang alat penentunya adalah mitra tutur.
Metode padan pragmatik didukung dengan teknik pilah unsur penentu (PUP).
Sumber data penelitian ini adalah percakapan yang terdapat pada interaksi
masyarakat Madura di daerah PTPN XII Kendeng Lembu dalam ranah keluarga
dan ketetanggaan. Data pada penelitian ini adalah tuturan yang terikat dengan
konteks serta perilaku dalam interaksi masyarakat Madura.
Sebuah hasil komunikasi dikatakan santun apabila memenuhi kriteria yang
sesuai dengan kesantunan berdasarkan pemarkah kesantunan berbahasa secaraverbal maupun nonverbal. Seseorang akan bersikap santun apabila ada tujuan dan
maksud tertentu yang ingin ia capai tanpa merusak citra dari lawan tuturnya.
Bersikap santun dengan tujuan tersebut akan membuat hubungan baik semakin erat
terjalin antara satu sama lain. Begitu pula dengan masyarakat Madura yang
bertempat tinggal di daerah PTPN XII Kendeng Lembu yang menerapkan
kesantunan berbahasa walau hanya meggunakan variasi tingkat tutur enjâ’-iyâ
dalam penerapannya tidak ada pertengkaran perihal tidak menggunakan variasi
tingkat tutur yang lebih halus.
Sebagian besar masyarakat Madura dalam ranah keluarga dan ketetanggaan
di daerah PTPN XII Kendeng Lembu telah menerapkan kaidah penerapan
kesantunan berbahasa yang didasarkan prinsip kesantunan, pemarkah kesantunan,
dan skala kesantunan. Hasil dari penelitian ini ditemukan kesantunan berbahasa
masyarakat Madura sesama etnik di PTPN XII Kendeng Lembu di antaranya: (1)
bentuk kesantunan berbahasa masyarakat Madura dalam ranah keluarga dan
ketetanggaan yaitu dengan penggunaan sapaan, pemilihan diksi, gestur, nada suara,
penerapan prinsip kesantunan, dan variasi tingkat tutur enjâ’-iyâ; (2) masyarakat
Madura menerapkan kesantunan berbahasa dalam ranah keluarga dan ketetanggaan
yaitu pada saat meminta tolong, memberikan pertanyaan, menyatakan terima kasih,
meminta izin, memberikan jawaban, dan memberikan komentar atau saran; (3)
tujuan masyarakat Madura menerapkan kesantunan berbahasa yaitu dengan tujuan
menjaga hubungan sosial yang baik, untuk menghormati, dan meminta tolong.
Description
Reaploud file repository 5 februari 2026_agus/feren
