Penyebaran Penyakit Pes di Distrik Karanglo Malang Tahun 1910 1919
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini membahas penyebaran penyakit Pes di Distrik Karanglo, Malang, pada tahun 1910 1919. Penyakit ini merupakan zoonosis yang ditularkan melalui gigitan pinjal Xenopsylla cheopis yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis, dengan kondisi tropis di Malang semakin mendukung penyebarannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kebijakan pemerintah kolonial dalam menanggulangi wabah Pes serta dampak sosial dan kesehatan yang timbul. Metode sejarah digunakan melalui empat tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah dimulai dari distribusi beras impor yang terkontaminasi di gudang Malang, kemudian menyebar ke distrik Karanglo dan wilayah sekitarnya. Upaya penanggulangan melibatkan kolaborasi dokter kolonial (Dr. Deutmann) dan dokter pribumi (Mas Soedirman), mencakup vaksinasi, karantina, pembatasan mobilitas, dan pemberantasan tikus. Total kasus tertinggi ditemukan di Karangploso (115 kasus). Dampak sosial mencakup pembatasan mobilitas masyarakat, evakuasi ke kamp pengungsian, serta hilangnya tempat tinggal akibat pembakaran rumah terkontaminasi. Meski vaksinasi dilakukan secara masif, namun belum terbukti signifikan dalam menekan angka kematian. Selain itu, kebijakan pengendalian tikus, karantina massal, dan disinfeksi menjadi langkah utama. Penelitian ini menyoroti kompleksitas dampak wabah Pes, termasuk pada kehidupan sosial, kesehatan masyarakat, dan kebijakan kolonial.
Description
Reupload file repositori 26 Mar 2026_Maya
