Ekspresi Alkaline Phosphatase Pada Osteoblas Tulang Alveolar Tikus Model Periodontitis Setelah Pemberian Gel Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Periodontitis merupakan penyakit peradangan pada jaringan periodontal
yang bersifat merusak dengan prevalensi mencapai 20-50%. Salah satu penyebab
utama periodontitis adalah P. gingivalis yang dapat menghasilkan faktor virulensi,
seperti Lipopolisakarida (LPS), fimbriae, dan gingipain untuk menyerang sistem
imun. Interaksi bakteri dengan sistem imun tubuh memicu timbulnya disbiosis
rongga mulut menyebabkan kerusakan lebih dalam pada jaringan periodontal.
Kerusakan tulang alveolar pada jaringan periodontal disebabkan karena
menurunnya aktivitas osteoblastik. Penurunan diferensiasi Mesenchymal Stem Cell
(MSC) menjadi osteoblas pada saat regenerasi tulang akan berpengaruh terhadap
ekspresi salah satu isoenzim yang dihasilkan oleh osteoblas, yaitu Alkaline
Phosphatase (ALP). Enzim ALP merupakan indikator penting yang menandai
proses pembentukan tulang. Pada periodontitis, dibutuhkan bahan alami alternatif
sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan proses pembentukan tulang, salah
satunya dengan pemanfaatan kulit buah kakao.
Kulit buah kakao telah diteliti memiliki berbagai komponen bioaktif, seperti
polifenol, alkaloid, tanin dan saponin yang bersifat osteoinduktif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak kulit buah kakao
(Theobroma cacao L.) terhadap ekspresi ALP pada osteoblas tikus model
periodontitis yang diinduksi P. gingivalis.
Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan
penelitian post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor
tikus model periodontitis yang diinduksi P. gingivalis setiap 3 hari sekali selama
14 hari. Seluruh tikus dibagi menjadi 3 kelompok; kelompok kontrol negatif diberi
gel plasebo (K-); kelompok kontrol positif diberi gel doksisiklin (K+); kelompok
perlakuan diberi gel ekstrak kulit buah kakao (P) kemudian pada masing-masing
kelompok akan dieutanasia setelah 7 dan 14 hari aplikasi gel plasebo, gel doksisiklin dan gel ekstrak kulit buah kakao. Setiap kelompok terdiri dari 4 sampel
kemudian dilakukan perhitungan ekspresi ALP pada osteoblas lalu dilakukan
analisis data.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa rerata ekspresi ALP pada kelompok
perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dan
kelompok kontrol positif. Pada kelompok perlakuan hari ke-7 menunjukkan bahwa
ekspresi ALP sebesar 8,75 sedangkan pada kelompok kontrol negatif sebesar 6,00
dan pada kelompok kontrol positif sebesar 7,25. Pada kelompok perlakuan hari ke-
14 menunjukkan bahwa ekspresi ALP sebesar 10,67 sedangkan pada kelompok
kontrol negatif sebesar 6,92 dan pada kelompok kontrol positif sebesar 8,92. Oleh
karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian gel ekstrak kulit buah kakao
(Theobroma cacao L.) 10% dapat meningkatkan ekspresi ALP pada osteoblas tikus
model periodontitis yang diinduksi P. gingivalis.
Description
Reupload File repositori 18 Februari 2026_Rudi H/Ardi
