Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Model Problem Based Learning
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir refleksi serta
memiliki argumen yang berfokus pada solusi yang akan diambil untuk
menyelesaikan masalah. Kemampuan berpikir kritis adalah proses peserta didik
untuk menganalisis sebuah permasalahan yang dihadapi secara spesifik serta
sistematis yang ditunjukkan dengan menguasai indikator berpikir kritis yang terdiri
dari focus (fokus), reason (alasan), inference (menyimpulkan), situation (situasi),
clarity (kejelasan), hingga overview (tinjauan kembali). Untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 2 Tanggul menerapkan
pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran ekonomi.
Mata pelajaran ekonomi materi badan usaha dalam perekonomian
memerlukan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan
permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan dalam
materi tersebut memerlukan pemahaman dan analisis mendalam mengenai kinerja
badan usaha dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di lingkungan
sekitar. Guru dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik
menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI
Sosial J SMA Negeri 2 Tanggul Kabupaten Jember dalam pembelajaran berbasis
masalah.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang dipakai dalam
penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI Sosial J SMA Negeri 2 Tanggul yang
berjumlah 36 peserta didik. Waktu yang dipakai dalam penelitian ini yaitu semester
ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu metode tes, observasi, dan wawancara. Metode analisisdata yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan teknik persentase. Tahapan yang dilakukan di dalam penelitian ini yaitu
dengan melakukan wawancara kepada guru mata pelajaran ekonomi, membagikan
soal tes kemampuan berpikir kritis, dan melakukan wawancara kepada peserta
didik.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase dari keseluruhan
indikator kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI Sosial J menempati
kategori tinggi dengan persentase 80%. Indikator dengan nilai persentase terbesar
yaitu indikator Overview dengan kategori tinggi sebesar 92% sedangkan indikator
dengan nilai persentase rendah yaitu indikator clarity sebesar 59%. Berdasarkan
hasil observasi, peserta didik telah mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis
sesuai dengan indikator yang ditentukan, walaupun masih terdapat beberapa peserta
didik yang belum maksimal karena tidak aktif selama proses diskusi dalam
pembelajaran. Sebagian besar peserta didik telah mampu untuk menganalisis atau
menguraikan masalah (focus), menyampaikan alasan terhadap solusi yang
diperoleh (reason), menarik sebuah kesimpulan (inference), menggunakan
referensi atau informasi dan memakai sumber yang cocok dengan masalah yang
diberikan (situation), dapat memaparkan penjelasan lebih lanjut mengenai
kesimpulan yang telah diambil dan memberikan contoh permasalahan (clarity), dan
mengecek kembali solusi yang diambil dalam memecahkan masalah serta mampu
memberikan solusi lain dari sudut pandang yang berbeda (overview).
Manfaat dari hasil penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan
berpikir kritis peserta didik berdasarkan 6 indikator dari kemampuan berpikir kritis.
Dengan hasil nilai presentase yang tinggi dapat diketahui bahwa sebagian besar
peserta didik sudah mampu mencari solusi dan menyelesaikan masalah serta berani
untuk menyampaikan pendapat yang dimiliki. Hal ini berarti peserta didik sudah
menguasai semua indikator dari kemampuan berpikir kritis. Dan dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berdampak pada keaktifan
peserta didik dalam pembelajaran untuk memecahkan masalah dan menyampaikan
pendapat atau gagasan. Hal ini berarti model ini cocok untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa dan mendorong keaktifan peserta didik.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 09
