Pengaruh Konsentrasi Poc Terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium SP. Pada Tahap Aklimatisasi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Anggrek Dendrobium sp merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak diminati dikalangan pecinta tanaman hias karena keanekaragaman warna bunganya yang indah. Kebutuhan bibit anggrek dapat dipenuhi dengan perbanyakan melalui kultur jaringan, akan tetapi permasalahan pada perbanyakan kultur jaringan yaitu tingkat adaptasi bibit yang rendah dan pertumbuhan awal adaptasi yang terhambat. Aklimatisasi merupakan tahapan penting dalam budidaya anggrek secara in-vitro. Aklimatisasi merupakan tahapan adaptasi bibit anggrek dari media in-vitro yang terkontrol ke lingkungan ex-vitro. Kondisi lingkungan in-vitro seperti cahaya, suhu dan kelembapan yang berbeda dengan lapang dapat berdampak sebagai cekaman yang dapat menyebabkan kematian pada bibit tanaman anggrek. Pemupukan perlu dilakukan untuk menyuplai unsur hara yang diperlukan tanaman. Kondisi bibit yang masih kecil, diperlukan dosis pupuk yang tepat yang tidak berdampak buruk atau menghambat pertumbuhan bibit. Pupuk organic cair yang dapat digunakan sebagai pupuk anggrek yang mengandung unsur NPK yang dibutuhkan oleh tanaman. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Dosis POC yang optimal pada pertumbuhan Anggrek Dendrobium sp. dalam tahap aklimatisasi. Penelitian dilakukan di Green House Kultur Jaringan Tanaman Program Studi Agronomi Universitas Jember. Penelitian dilaksanakan mulai 1 Februari 2024 sampai dengan 24 Mei 2024. Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 1 faktor, yaitu pemberian POC Bio Sugih (K) terdiri dari 8 taraf, yaitu P0 = 0 ml/L, P1 = 1 ml/L, P2 = 2 ml/L, P3 = 3 ml/L, P4 = 4 ml/L, P5 = 5 ml/L, P6 = 6 ml/L, P7 = 7 ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali Berdasarkan perlakuan diatas didapatkan 40 satuan percobaan. Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah mos yang telah disterilkan menggunakan fungisida dan bakterisida. Pengaplikasian POC Bio Sugih sesuai dosis perlakuan dilakukan pada interval 7 hari sekali. Variabel pengamatan antara lain presentase hidup bibit, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, waktu muncul daun pertama, diameter batang, dan panjang akar. Analisis data menggunakan sidik ragam ANOVA (analysis of variance) pada taraf kepercayaan 95%. Uji lanjut menggunakan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaplikasian pupuk organik cair Biosugih menghasilkan pertumbuhan bibit anggrek yang baik dan mampu beradaptasi pada lingkungan lapang dengan persentase hidup 100%. Konsentrasi pupuk organik cair Biosugih 4 ml/L menunjukkan hasil terbaik dengan parameter pengamatan tinggi tanaman 8,42 cm, pertambahan jumlah daun sebanyak 2,8 helai daun, panjang daun 7,52 cm, waktu munculnya daun pertama tercepat yaitu 6,8 hst, diameter batang 0,46 cm, dan panjang akar 3,58 cm. Hasil analisis korelasi antar seluruh variable menunjukkan bahwa variabel tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan waktu muncul daun saling berkorelasi satu sama lain. Waktu muncul daun memiliki korelasi terhadap keseluruhan variabel. Panjang akar dan diameter batang hanya memiliki korelasi terhadap waktu muncul daun.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By