Jaringan Pemasaran Hasil Komoditas Hidroponik Petani Muda di Kecamatan Ambulu

dc.contributor.authorLisa Aziza Rohman
dc.date.accessioned2026-08-04T07:44:49Z
dc.date.issued2026-07-09
dc.descriptionFinalisasi 4 Agustus 2026_Yudi
dc.description.abstractDi Kecamatan Ambulu utamanya Desa Tegalsari dan Desa Karaganyar terdapat penerapan pertanian modern yaitu sistem hidroponik oleh petani muda. Komoditas yang dipilih oleh petani muda yakni komoditas selada dan melon hidroponik. Pemilihan komoditas ini menyesuaikan peluang pasar, dimana peluang pasar yang stabil di Kecamatan Ambulu yaitu komoditas selada dan melon. Harga panen komoditas hidropnik relatif lebih tinggi dan stabil, sehingga sesuai dengan orientasi petani muda yaitu komersial. Sistem hidroponik sendiri menurut petani muda praktik pertanian yang lebih efisien, sehingga perawatan tanaman mudah, dan rotasi tanaman yang berkelanjutan. Dibalik keunggulan sistem tersebut terdapat tantangan untuk memasarkan hasil komoditasnya dengan pasar yang relatif terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana jaringan pemasaran hasil komoditas hidroponik petani muda di Kecamatan Ambulu. Penelitian ini menggunakan teori embeddedness atau ketelekatan dari Granovetter sebagai landasan dalam menganalisis jaringan pemasaran komoditas selada dan melon hidroponik petani muda di Kecamatan Ambulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi ini digunakan unutk mengetahui pengalaman pribadi informan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan informan sesuai kebutuhan penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data melalui melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi peneliti, dan triangulasi teori untuk membuktikan validitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani muda dalam memasarkan hasil komoditas selada dan melon hidroponik melalui pemasaran secara langsung (Direct Marketing) dan pemasaran tidak langsung (Indirect Marketing). Pemasaran secara langsung (Direct Marketing) digunakan oleh petani muda untuk membentuk ikatan kuat dengan pelanggan tetap, karena interaksi dan kegiatan ekonomi terjadi secara berkelanjutan. Pemasaran langsung melalui media sosial membentuk ikatan lemah antara petani muda dengan pelanggan tidak tetap, karena interaksi terjadi secara terbatas dan aktivitas ekonomi tidak berkelanjutan. Pemasaran tidak langsung (Indirect Marketing) digunakan oleh petani muda untuk membangun citra komoditas selada dan melon hidroponik, dan mengenalkan komoditas secara luas melalui postingan video atau foto perkembangan budi daya.
dc.description.sponsorshipJati Arifiyanti S.Sos., M.A.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13055
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectPetani Muda
dc.subjectHidroponik
dc.subjectJaringan Pemasaran
dc.titleJaringan Pemasaran Hasil Komoditas Hidroponik Petani Muda di Kecamatan Ambulu
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
doc.pdf
Size:
1.11 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: