Implementasi Psikoedukasi Berbasis M-Health Pada Keluarga TN. S Terhadap Peningkatan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru DI Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Kedungjajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menuntut kepatuhan tinggi
karena panjangnya durasi pengobatan, sehingga sering menimbulkan kejenuhan
pada klien. Ketidakpatuhan ini juga dapat menimbulkan masalah psikologis seperti
kecemasan dan ketakutan terhadap kematian. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui implementasi psikoedukasi berbasis m-Health terhadap peningkatan
kepatuhan pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan
1 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi klien berusia ≥ 18 tahun, memenuhi
kriteria masalah keperawatan ketidakpatuhan, bisa membaca, komunikatif,
responsif, dan memiliki gawai sebagai sarana komunikasi. Intervensi berupa
psikoedukasi berbasis m-Health dilakukan selama 3 minggu dengan 4 kali
pertemuan. Materi edukasi diberikan secara pasif melalui web yang dikirimkan
melalui WhatsApp. Penelitian dilakukan pada bulan April 2026 di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Kedungjajang. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan
instrumen Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dukungan
keluarga melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test MMAS-8 menunjukkan skor
4,5 termasuk kategori kepatuhan rendah dan skor dukungan keluarga sebesar 14
yang termasuk dalam dukungan keluarga sedang. Setelah dilakukan intervensi,
hasil post-test menunjukkan peningkatan skor MMAS-8 menjadi 7 yang termasuk
kategori kepatuhan sedang, ditandai dengan keteraturan minum obat, serta
peningkatan skor dukungan keluarga menjadi 29 yang termasuk kategori dukungan
baik. Peningkatan kepatuhan dipengaruhi oleh peningkatan pengetahuan,
perubahan persepsi terhadap penyakit, serta menunjukkan motivasi untuk sembuh.
Psikoedukasi berbasis m-Health efektif meningkatkan kepatuhan dengan
meningkatkan keyakinan diri (self-efficacy) dan memberikan dukungan emosional.
Intervensi ini juga membantu mengatasi hambatan logistik dan psikososial sehingga
klien lebih disiplin dalam menjalani pengobatan.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 13 Juli 2026
