Simulasi dan Hiperrealitas Iklan Cocoflim pada Agensi Digital (Studi Deskriptif pada Bima Creative Surabaya)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Bima Creative atau PT Bima Digital Indonesia merupakan agensi digital yang
bertempat di Surabaya, Jawa Timur. Memberikan solusi kebutuhan seputar strategi
pemasaran melalui media digital seperti fotografi produk, campaign/pembuatan
iklan yang diunggah di sosial media, digital marketing hingga optimasi SEO/SEM.
Bima Creative memiliki klien dari bermacam industri salah satunya adalah
Cocoflim. Cocoflim merupakan suplemen minuman fiber yang berkhasiat
menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan. Bima Creative bertanggung
jawab dalam pembuatan iklan video yang bertujuan untuk mem-branding produk
Cocoflim di benak audiens. Dalam proses nya, Bima Creative menggambarkan
realitas dalam iklan yang jauh lebih sempurna dibandingkan realitas sebenarnya
guna mempresentasikan tampilan produk yang lebih sempurna dan lebih menarik
dari kenyataan yang ada. Iklan Cocoflim yang dibuat oleh Bima Creative
menampilkan citra wanita langsing, singset, dan ideal yang seringkali menciptakan
standar kecantikan yang tidak realistis. Iklan tersebut tidak hanya menonjolkan
keunggulan produk, namun juga menyimulasikan kehidupan yang tampak
sempurna dengan tubuh ideal, seolah-olah mengonsumsi produk ini secara otomatis
akan mengubah penampilan fisik konsumen seperti yang ditampilkan dalam iklan.
Penelitian ini menggunakan teori Simulasi dan Simulakra yang dikemukakan
oleh Jean Baudrillard. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan,
mendeskripsikan serta menjelaskan simulasi dan hiperrealitas yang dilakukan oleh
Bima Creative dalam pembuatan iklan Cocoflim, berdasarkan konsep Simulasi,
Simulakra dan Hiperrealitas dalam teori Simulasi dan Simulakra milik Jean
Baudrillard.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk
menggambarkan, menjelaskan secara rinci fenomena yang diteliti di Bima Creative
Surabaya. Adapun sumber data yang digunakan yakni data primer dan data
sekunder dengan teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik purposif.
Teknik penentuan informan dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan
aspek tertentu yang sesuai dengan topik penelitian. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 4 informan yang memiliki pemahaman mendalam dan
terlibat langsung dalam proses pembuatan iklan Cocoflim. Peneliti menggunakan
observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan
data. Teknik Analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan. Teknik Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi
sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian ini adalah Bima Creative menggunakan simulasi dalam
proses pembuatan iklan untuk menciptakan representasi melalui ilusi, manipulasi,
gimmick dan permainan sistem tanda sehingga produk iklan yang sebenarnya semu
terlihat sangat nyata. Berdasarkan observasi dan data-data yang di dapat, klaim
tubuh langsing dan pencernaan lancar dalam 7 hari sebagaimana yang diucapkan
oleh model dalam iklan dinilai dilebih-lebihkan (hiperrealitas) dan bersinggungan
dengan yang dirasakan oleh konsumen. Iklan Cocoflim mencerminkan tatanan
simulakra yang dikemukakan Jean Baudrillard dimana pada tatanan pertama, Bima
Creative melalui model menyebutkan bahan-bahan alami yang digunakan dalam
produk Cocoflim. Pada tatanan produksi, Bima Creative menitikberatkan iklan
yang bertujuan untuk mendorong masyarakat membeli produk tersebut. Adanya
gimmick dilakukan agar mendapatkan penerimaan di pasar. Tatanan ketiga, Bima
Creative tidak lagi membuat iklan yang merepresentasikan produk Cocoflim
sebagai produk yang membantu program diet secara bertahap tetapi menciptakan
realitas baru melalui simulasi yang memberikan ilusi bahwa dengan meminum
Cocoflim, audiens akan langsing seperti model tanpa usaha berat.
Description
Reupload Repository 6 Februari 2026_Hasim
