Implementasi E-Nose Untuk Menentukan Level Roasting Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Dan Kopi Robusta (Coffea canephora)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Penyangraian merupakan salah satu proses penting dalam menentukan
kualitas akhir biji kopi. Penyangraian mempengaruhi karakteristik aroma dan rasa
kopi yang dihasilkan. Proses penyangraian diklasifikasikan menjadi tiga tingkat
sangrai, yaitu light roast, medium roast, dan dark roast. Umumnya, penentuan
derajat sangrai biji kopi dilakukan secara subjektif melalui pengamatan visual oleh
manusia dengan melihat warna biji kopi dari hasil penyangraian. Untuk menambah
nilai akurasi pada penentuan derajat sangrai dapat dilakukan dengan menggunakan
indikator tambahan berupa aroma pada biji kopi. Sebagai indikator pelengkap, salah
satu teknologi yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan teknologi e-nose.
Penelitian ini mengimplementasikan sistem electronic nose (e-nose) yang
dilengkapi dengan 9 sensor gas tipe MQ serta menggunakan 5 algoritma machine
learning untuk melakukan klasifikasi derajat sangrai pada biji kopi.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan penyangraian biji kopi arabika
dan biji kopi robusta menggunakan mesin sangrai tipe A500i dengan 3 tingkat
penyangraian, yaitu light roast, medium roast, dan dark roast. Selanjutnya
dilakukan akuisisi data dengan menggunakan e-nose yang terdiri dari 9 sensor gas
tipe MQ. Akuisisi data dimulai dari warming up, sensing, dan cleaning pada sampel
kopi arabika dan robusta yang telah disangrai pada tingkat sangrai berbeda. Nilai
output sensor gas yang dikumpulkan kemudian digunakan sebagai atribut input
untuk pelatihan model klasifikasi menggunakan lima algoritma machine learning,
yaitu Support Vector Machine (SVM), Decision Tree (DT), K-Nearest Neighbour
(KNN), Random Forest (RF), dan Artificial Neural Network (ANN). Data
kemudian dibagi menjadi 80% untuk training dan 20% untuk testing. Sebelum
proses klasifikasi, data distandarisasi menggunakan metode Z-score untuk
memastikan distribusi data yang seimbang dan meningkatkan akurasi model.
Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa algoritma RF dan ANN memberikan
akurasi tertinggi dalam menentukan derajat sangrai kopi arabika dan robusta,
algoritma RF dan ANN pada klasifikasi kopi arabika sebesar 82% dan 85% pada
algoritma RF klasifikasi kopi robusta. Hal ini menunjukkan kemampuan kedua
algoritma tersebut dalam menangani pola data kompleks dan non-linear yang
dihasilkan dari e-nose. Evaluasi kinerja masing-masing algoritma juga dilakukan
dengan metode confusion matrix yang menghasilkan metrik presisi, recall, dan f1-
score. Pada klasifikasi kopi arabika, algoritma RF dan ANN menunjukkan kinerja
terbaik dengan akurasi 82%, sedangkan untuk kopi robusta, RF menghasilkan
akurasi tertinggi sebesar 85%. Hasil evaluasi kinerja confusion matrix juga
ditampilkan dalam bentuk heatmap yang menampilkan nilai tp, fp, tn dan fn. Pada
visualisasi hasil evaluasi terlihat jumlah prediksi data yang benar dan jumlah
kesalahan klasifikasi yang tidak sesuai dengan kelasnya. Performa algoritma dapat
dilihat dari jumlah data yang diprediksi benar dan kesalahan yang ada pada model.
Description
Reupload Repositori File 24 Februari 2026_Kholif Basri
