Proses Pengambilan Keputusan Remaja Broken Home mengenai Pernikahan (Studi Deskriptif Remaja Broken Home Di Kabupaten Bondowoso)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Angka perceraian di Indonesia masih tergolong tinggi setiap tahunnya, termasuk di Kabupaten Bondowoso, yang berdampak pada anak-anak khususnya remaja yang tumbuh dalam kondisi keluarga broken home. Kondisi ini memunculkan beragam respon remaja terhadap pernikahan, mulai dari rasa takut mengulang kegagalan orang tua hingga dorongan untuk membangun rumah tangga yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses pengambilan keputusan remaja broken home mengenai pernikahan di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima informan berusia 22–25 tahun yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan kelima informan berlangsung melalui lima tahapan menurut teori Janis dan Mann (1979), yaitu menilai masalah, mencari alternatif, mempertimbangkan alternatif, menyatakan komitmen, dan bertahan dari feedback negatif. Informan mengenali dampak emosional perceraian orang tua, memprioritaskan pendidikan dan karir, mempertimbangkan risiko ekonomi serta kesiapan mental sebelum menikah, dan pada akhirnya mengambil keputusan berdasarkan kesiapan internal dengan orang tua sebagai figur paling berpengaruh. Pengalaman broken home justru menjadi pelajaran yang membentuk kematangan mereka dalam mempersiapkan pernikahan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan emosional dari orang tua, layanan konseling pranikah, serta pendidikan keluarga bagi remaja broken home.
Description
Finalisasi Maya_03 Agustus 2026
