Deteksi Bakteri Patogen Staphylococcus aureus dalam Pasta Gigi Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) sebagai Syarat Mutu Pasta Gigi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Pasta gigi ekstrak biji kopi robusta yang dikembangkan oleh Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Jember telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri
dan antiinflamasi, sehingga memiliki potensi dikembangkan menjadi sebuah
produk komersial. Sebagai sebuah produk komersial, tentunya harus memenuhi
syarat mutu yang sesuai dengan ketetapan BSN 8861:2020 untuk menjamin kualitas
dan keamanan pasta gigi ini ketika digunakan oleh masyarakat. Salah satu indikator
yang digunakan adalah keberadaan tiga mikroba spesifik yaitu Candidia albicans,
Staphylococcus aureus (S. aureus), dan Pseudomonas aeruginosa. Ketiga mikroba
tersebut harus dinyatakan negatif dalam formulasi pasta gigi. S. aureus telah
dilaporkan sebagai bakteri yang paling sering mengakibatkan infeksi pada manusia.
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kandungan bakteri S. aureus dalam sediaan
pasta gigi ekstrak biji kopi robusta.
Jenis penelitian yang dipilih yaitu eksperimen laboratoris dengan desain the
post test only control group. Sediaan pasta gigi ekstrak bij kopi robusta konsentrasi
0,5%, 0,25%, 0,125%, dan 0,0625% didapat dengan mencampur bahan pasta
plasebo dengan ekstrak biji kopi robusta yang diekstrak menggunaan metode
maserasi. Selanjutnya, pengujian mikrobiologi dilakukan dengan teknik
pengenceran dan penanaman sampel pasta gigi pada media khusus Mannitol Salt
Agar (MSA) untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri S. aureus dalam pasta gigi
yang ekstrak biji kopi robusta. Setelah diinkubasi 1 X 24 jam, dilakukan
pengamatan pada media MSA apakah terdapat pertumbuhan koloni bakteri atau
tidak. Sebagai kontrol, digunakan sampel pasta gigi komersial yang sudah
memenuhi standar syarat mutu BSN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat kali pengulangan sampel di
masing-masing kelompok 0,5%, 0,25%, 0,125%, dan 0,0625%, setiap sampel
menunjukkan hasil bahwa tidak ada bakteri S. aureus yang terdeteksi, hasil ini
dibuktikan dengan tidak adanya pertumbuhan koloni bakteri serta tidak adanya
perubahan warna pada media selektif MSA, sehingga bisa dipastikan bahwa
formulasi pasta gigi ekstrak biji kopi robusta yang diteliti tidak mengandung bakteri
S. aureus. Hasil yang sama juga ditemukan pada kelompok kontrol dan sampel
pasta plasebo. Hasil pengujian statistik non parametrik Kruskal-Wallis
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kandungan S. aureus
antar kelompok sampel (p>0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah pasta gigi ekstrak biji kopi robusta terbukti
memenuhi salah satu standar syarat mutu pasata gigi dari aspek uji cemaran
mikroba S. aureus dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi sebuah
produk komersial yang bermanfaat.
Description
Reuploud file repositori 24 Feb 2026_Firli
