Respons Tiongkok terhadap Kepemilikan Kapal Selam Bertenaga Nuklir Australia di Indo Pasifik

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Indo-Pasifik merupakan kawasan strategis yang menjadi arena perebutan pengaruh bagi negara besar dan sekutunya, seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Salah satu isu yang menjadi sumber ketegangan baru adalah pengumuman aliansi AUKUS, yang akan memberikan kesempatan kepada Australia tentang rencana kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir. Keunggulan strategis dari kapal selam bertenaga nuklir membantu meningkatkan kapabilitas militer angkatan laut Australia dalam menghadapi tantangan keamanan di Indo Pasifik. Namun, sebagai negara besar di kawasan, Tiongkok menganggap kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir Australia dapat mengancam kebebasan bergeraknya di Laut Cina Selatan dan kepentingan luar negeri Tiongkok di Indo Pasifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi kualitatif untuk menganalisis respons Tiongkok terhadap kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir Australia di Indo Pasifik. Data penelitian diambil dari sumber sekunder melalui studi literatur seperti buku, artikel ilmiah, dokumen resmi, surat kabar, dan situs web pemerintah. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam mengenai respons Tiongkok terhadap kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir Australia setelah bergabung dengan aliansi AUKUS di Indo Pasifik. Penelitian ini menemukan bahwa Tiongkok merespons peningkatan kekuatan militer Australia yaitu kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir yang diperoleh melalui aliansi AUKUS, dengan melanjutkan modernisasi pada People’s Liberation Army Navy (PLAN). Tiongkok juga menjalin kerja sama keamanan dengan Kepulauan Solomon yang letaknya berdekatan dengan Australia dan berada di kawasan Indo Pasifik. Upaya Tiongkok dalam merespons kepemilikan kapal selam bertenaga nuklir juga disampaikan dalam pernyataan protes penolakan resmi dari Kementerian Luar Negeri dan forum internasional seperti PBB dan IAEA.

Description

Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By