Analisis Risiko Pada Proses Produksi Gula menggunakan Metode HIRADC dan FTA (Studi Kasus: Pabrik Gula Pradjekan)
| dc.contributor.author | Muhammad Rizal | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-30T07:18:27Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-09 | |
| dc.description | Finalisasi 30 Juli 2026 Rudi H | |
| dc.description.abstract | Kecelakaan kerja masih menjadi perhatian yang signifikan di industri gula karena kompleksitas proses produksi yang melibatkan mesin berkapasitas besar, peralatan bersuhu tinggi, komponen yang berputar, sistem bertekanan, serta bahan kimia berbahaya. Meskipun program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) telah diterapkan, potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja masih tetap ada sehingga diperlukan manajemen risiko yang sistematis untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, menganalisis akar penyebab risiko ekstrem menggunakan Fault Tree Analysis (FTA), serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko yang sesuai pada proses produksi gula di Pabrik Gula Pradjekan. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) yang diintegrasikan dengan FTA. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pekerja bagian produksi. Penilaian risiko dilakukan menggunakan matriks risiko AS/NZS 4360 berdasarkan nilai likelihood dan severity. Hasil penelitian mengidentifikasi 41 potensi bahaya yang tersebar pada lima stasiun produksi. Hasil penilaian risiko mengelompokkan potensi bahaya tersebut ke dalam 7 kategori risiko rendah, 16 kategori risiko sedang, 15 kategori risiko tinggi, dan 3 kategori risiko ekstrem. Risiko ekstrem tersebut meliputi paparan terhadap rol gilingan tanpa pelindung, tersangkut pada rantai penggerak, dan paparan bahan kimia berbahaya. Analisis FTA menunjukkan bahwa risiko-risiko ekstrem tersebut terutama disebabkan oleh praktik kerja yang tidak aman, perlindungan mesin yang tidak memadai, kondisi peralatan, serta kelemahan dalam pengendalian administratif. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi pengendalian risiko disusun sesuai dengan hierarki pengendalian, meliputi pengendalian teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri yang sesuai. Integrasi metode HIRADC dan FTA terbukti efektif dalam mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, menilai tingkat risiko, menentukan akar penyebab risiko ekstrem, serta mendukung peningkatan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi gula. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Yuli Wibowo, S.TP., M.Si., IPM | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12555 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Keselamatan Kerja | |
| dc.subject | Analisis Risiko | |
| dc.subject | HIRADC | |
| dc.subject | FTA | |
| dc.title | Analisis Risiko Pada Proses Produksi Gula menggunakan Metode HIRADC dan FTA (Studi Kasus: Pabrik Gula Pradjekan) | |
| dc.type | Thesis |
