Respon Konsumen Terhadap Beras Fortifikasi Fortivit di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pangan yang dikonsumsi masyarakat belum sepenuhnya memiliki kualitas nutrisi yang cukup, sehingga masih menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Beras Fortivit merupakan beras fortifikasi yang diperkaya dengan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain dapat mengembalikan dan menambah mikronutrien yang hilang selama proses penggilingan, beras Fortivit juga menambahkan mikronutrien baru. Beras ini mengandung delapan mikronutrien, yaitu Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Vitamin B9, Zinc, dan Besi. Fortifikasi merupakan proses menambahkan nutrisi ke dalam bahan pangan untuk meningkatkan kandungan gizinya dan memulihkan zat-zat gizi tertentu yang mungkin telah hilang dari pangan tersebut. Pada tahun 2023 Kabupaten Jember merupakan Kabupaten dengan tingkat prevalensi tertinggi di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember memiliki program untuk melakukan pencegahan stunting terhadap balita dan ibu mengandung dengan memberikan beras Fortifikasi melalui Puskesmas di setiap Kecamatan. Salah satu beras yang diberikan adalah beras Fortivit. Beras Fortivit merupakan beras yang diproduksi langsung oleh Bulog yang diperkaya berbagai vitamin dan mineral untuk mendukung kesehatan masyarakat. Beras Fortivit yang mengandung banyak nutrisi merupakan produk baru dan belum terlalu banyak dikenal terlalu banyak masyarakat sehingga perlu diteliti bagaimana respon konsumen terhadap beras Fortivit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen, menganalisis sikap konsumen, dan menganalisis faktor sosial ekonomi yang berkorelasi dengan respon terhadap beras fortifikasi Fortivit Kabupaten Jember.
Lokasi penelitian di Kabupaten Jember yaitu di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, dan Desa Panti, Kecamatan Panti. Lokasi peneitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan kepada masyarakat yang pernah menerima bantuan beras Fortivit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode tersebut digunakan untuk mencari jawaban dari berbagai permasalahan seperti respon konsumen, sikap konsumen, dan faktor yang berkorelasi.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, berdasarkan kuota sejumlah 40 orang, dengan kriteria keluarga yang pernah menerima bantuan. Sampel responden penelitian adalah 40 responden dari desa Kenuning Lor, Kecamatan Arjasa dan desa Panti, Kecamatan Panti. Pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan kuota pemberian bantuan dari Dinas Kesehatan yang merupakan program pemerintah dalam pencegahan terjadinya stunting di Kabupaten Jember.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah CSI (Customer Satisfaction Index), Analisis Multiatribut Fishbein, dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan (1) berdasarkan analisis CSI tingkat kepuasan atau respon konsumen terhadap beras fortifikasi Fortivit sebesar 77,3%, yang mengindikasikan bahwa konsumen sangat puas terhadap produk ini. (2) Berdasarkan hasil analisis Multiatribut Fishbein sikap konsumen, atribut beras Fortifikasi Fortivit berurutan dari yang tertinggi bahwa atribut harga menempati peringkat pertama dengan nilai sebesar 19,58, diikuti oleh atribut cita rasa dengan nilai 19,25, lalu atribut higienis dengan nilai 18,38, daya tahan nasi dengan nilai 17,64, Tingkat pecah beras dengan nilai 17,61, informasi gizi dengan nilai 17,63, banyaknya butiran menir dengan nilai 17,30, warna dengan nilai 16,58, kemudian kepulenan dengan nilai 16,39, selanjutnya aroma dengan nilai 14,81 dan terakhir kemasan beras Fortivit dengan nilai 12,76. (3) Faktor yang berkorelasi atau berhubungan dengan tingkat respon konsumen beras Fortifikasi Fortivit (Y) adalah variabel pendidikan (X2) dan pendapatan (X4), kedua variabel tersebut memiliki nilai korelasi yang posistif. Sedangkan, variabel usia (X1), dan tanggungan keluarga (X3) tidak berkorelasi terhadap tingkat respon konsumen dengan nilai korelasi yang negatif. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga maka responnya positif dan sebaliknya.
Description
Reupload file repositori 09 Feb 2026_Maya
