Dampak Pengembangan Desa Wisata Melalui Community Based Tourism
| dc.contributor.author | Meilia Ade Kusuma | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-26T07:18:59Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-16 | |
| dc.description | Reupload Repository 26 Januari 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Pariwisata berbasis masyarakat merupakan kegiatan yang melibatkan penduduk sekitar objek wisata sebagai pelaku utama kegiatan wisata, masyarakat sebagai penggerak sektor wisata alam di daerah sesuai dengan kebiasaan keseharian masyarakat sekitar. Pengembangan desa wisata merupakan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi wisata lokal. Desa tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga tempat yang lebih berdaya secara ekonomi dan lestari dalam jangka panjang. Community Based Tourism (CBT) merupakan suatu pendekatan kepariwisataan yang mengedepankan partisipasi atau kontribusi serta peran masyarakat lokal dalam pembangunan kegiatan pariwisata di suatu daerah. Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat lokal mempresentasikan aktivitas masyarakat lokal yang bersinggungan dengan kehidupan lingkungan, budaya dan sosial. Maka dengan adanya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat akan membentuk suatu komunitas yang memiliki tujuan untuk mendapatkan peluang mengembangkan potensi daerahnya untuk semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan desa wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) mempengaruhi dimensi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya di Desa Wisata Tamansari. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive area di Desa Wisata Tamansari Kabupaten Banyuwangi. Data utama penelitian ini didapatkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan stakeholder Desa Wisata Tamansari yaitu Ketua BUMDes, Koordinator TPS3R, Ketua Pokdarwis, masyarakat desa wisata, pelaku usaha dan pengunjung wisata, sedangkan data pendukung penelitian ini didapatkan melalui dokumen. Hasil penelitian ini adalah Peneliti menemukan empat dampak yaitu dampak ekonomi, dampak sosial, dampak budaya dan dampak lingkungan. Dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Desa Wisata Tamansari adalah dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, munculnya lapangan kerja baru dan adanya dana pengembangan komunitas. Dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat Desa Wisata Tamansari yakni peningkatan kualitas hidup, kebanggaan akan komunitas dalam hal ini adalah Pokdarwis dan kesediaan serta kesiapan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata. Dampak budaya dengan tetap lestarinya kebudayaan khas Banyuwangi melalui destinasi wisata Terakota. Dampak Lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan pariwisata, masyarakat Desa Wisata Tamansari memiliki bank pengelolaan limbah sampah yang bernama TPS 3R DEWITARI. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Desa Wisata Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi Pengembangan Desa Wisata Tamansari dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) menemukan bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal bisa membawa banyak dampak positif yang berkelanjutan. Dampak tersebut terlihat dalam peningkatan ekonomi, penguatan sosial, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Sukidin, M.Pd DPA : Dr. Retna Ngesti Sedyati, M.P. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/311 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Community Based Tourism (CBT) | |
| dc.title | Dampak Pengembangan Desa Wisata Melalui Community Based Tourism | |
| dc.type | Other |
