Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak oleh Bapak pada Keluarga Pekerja Migran Perempuan (Studi Deskriptif di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Perempuan di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember bekerja menjadi pekerja migran dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Namun upaya ini menimbulkan permasalahan yakni anak yang harus ditinggalkan orang tuanya. Berdasarkan riset oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial pada 2018, keluarga pekerja migran menghadapi persoalan terkait pola asuh, hingga hak-hak anak yang belum sepenuhnya terpenuhi. Untuk menghindari risiko anak menjadi terlantar, pekerja migran menitipkan anak kepada anggota keluarga perempuan seperti tante dan nenek. Namun di Desa Sabrang, juga dapat dijumpai bapak yang secara mandiri mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anaknya. Dengan mengacu pada konsep kebutuhan anak oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat tiga aspek kebutuhan dasar anak yang perlu dipenuhi untuk tumbuh kembang yang optimal; asuh, asih, dan asah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan dasar anak oleh bapak pada keluarga pekerja migran perempuan di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penentuan lokasi menggunakan purposive area, sedangkan penentuan informan menggunakan teknik snowball, dengan 6 orang informan. Pengumpulan data melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan konsep Miles & Huberman, sedangkan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bapak pada keluarga pekerja migran perempuan telah berusaha secara optimal untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Kebutuhan pada aspek asuh, asih, dan asah anak dipenuhi dengan baik pada usia awal anak. Namun kebutuhan pada aspek asih, khususnya ketika anak mulai memasuki usia awal remaja dengan permasalahan yang lebih kompleks, diketahui belum dapat terpenuhi oleh sebagian bapak. Melalui temuan pada penelitian ini, bapak perlu menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan asih dan menyesuaikan cara pemenuhan kebutuhan dengan tahapan usia anak. Mengingat kebutuhan dasar yang tidak dipenuhi dengan seimbang dapat menghambat pencapaian keberlangsungan hidup yang nyaman, senang, dan sejahtera

Description

Reaploud Repository 13 April-agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By