Eksplorasi dan Uji Kemampuan Rizobakteri Penghasil IAA (Indole Acetic Acid) Asal Rizosfer Tanaman Kedelai Edamame (Glycine Max L. Merril) dan Aplikasinya pada Pembibitan Tanaman Padi (Oryza Sativa)
| dc.contributor.author | Miranda Siti Nur Chotijah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T02:21:48Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-03 | |
| dc.description | Reupload file repositori 04 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Rizobakteri merupakan mikroorganisme yang hidup di sekitar daerah perakaran tanaman (rizosfer) dan diketahui mampu menghasilkan senyawa bioaktif seperti hormon pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah Indole-3-Acetic Acid (IAA). Hormon IAA merupakan jenis auksin yang berperan penting dalam merangsang pembesaran dan pembelahan sel, pemanjangan akar, serta meningkatkan daya kecambah dan vigor tanaman. Namun, tanaman secara alami hanya mampu memproduksi IAA dalam jumlah terbatas, sehingga diperlukan sumber IAA eksternal. Tanaman leguminosa seperti kedelai edamame (Glycine max L. Merrill) diketahui memiliki eksudat akar yang kaya akan L-triptofan, yaitu prekursor utama dalam biosintesis IAA oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, rizosfer kedelai edamame diduga sebagai habitat potensial bagi rizobakteri penghasil IAA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri penghasil IAA asal rizosfer kedelai edamame, mengetahui waktu inkubasi optimum bakteri dalam memproduksi hormon IAA, serta mengetahui bagaimana pengaruh pemberian isolat bakteri penghasil IAA terhadap pertumbuhan bibit tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kesuburan dan Kesehatan Tanah, Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember, dengan lokasi pengambilan sampel tanah terdiri dari lima lokasi lahan budidaya kedelai edamame milik PT Mitra Tani, Kabupaten Jember. Isolasi dilakukan dengan metode pengenceran dan penaburan pada media TSA yang diperkaya dengan 250 ppm L-triptofan. Dari proses isolasi diperoleh 75 isolat, dan setelah dilakukan uji kualitatif menggunakan reagen Salkowski, diperoleh 10 isolat yang menunjukkan perubahan warna merah muda sebagai indikator produksi IAA. Lima isolat dengan intensitas warna tertinggi dipilih untuk uji kuantitatif. Pengujian dilakukan dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 530 nm dan menggunakan larutan standar IAA untuk perhitungan konsentrasi. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa produksi IAA oleh isolat bakteri meningkat seiring bertambahnya waktu inkubasi. Waktu inkubasi optimum terjadi pada 96 jam, dengan konsentrasi tertinggi ditunjukkan oleh isolat I1 sebesar 17,59 ppm, diikuti oleh I4 dan I2. Uji biokimia menunjukkan bahwa semua isolat terpilih bersifat katalase positif, serta memiliki morfologi sel berbentuk basil dan kokus, dengan sebagian besar tergolong Gram negatif. Pada tahap uji pembibitan, digunakan isolat I1, I4, dan kombinasi keduanya. Bibit padi varietas Ciherang ditanam selama 14 hari di media tanah steril yang telah diinokulasi dengan supernatan isolat bakteri. Parameter yang diamati meliputi panjang akar, tinggi tanaman, berat basah, dan berat kering. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan isolat I1, I4, maupun perlakuan konsorsium mampu meningkatkan pertumbuhan bibit padi dibandingkan kontrol (tanpa isolat bakteri).Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa rizobakteri dari rizosfer tanaman kedelai edamame puncak produksi hormon IAA yakni pada waktu inkubasi 96 jam. Aplikasi isolat tersebut secara signifikan mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan awal bibit padi. Temuan ini menunjukkan bahwa rizobakteri penghasil IAA berpotensi dikembangkan sebagai agen hayati (biofertilizer) yang ramah lingkungan untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan, khususnya dalam tahap pembibitan tanaman pangan seperti padi. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Laily Mutmainnah, S.P., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1431 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Rizobakteri | |
| dc.title | Eksplorasi dan Uji Kemampuan Rizobakteri Penghasil IAA (Indole Acetic Acid) Asal Rizosfer Tanaman Kedelai Edamame (Glycine Max L. Merril) dan Aplikasinya pada Pembibitan Tanaman Padi (Oryza Sativa) | |
| dc.type | Other |
