Hubungan antara Metacognitive Skill dengan Critical Thinking Skill Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah melalui Penerapan Inquiry Based Learning

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut peningkatan pengetahuan dan pengalaman manusia, yang mengarah pada perubahan besar dalam bidang belajar dan pembelajaran, terutama dalam pendidikan melalui konsep Internet of Things (IoT). Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan dianggap penting untuk memperluas konten pembelajaran dan meningkatkan efisiensi pembelajaran. Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan kecerdasan buatan, cloud data, big data, dan digitalisasi telah membawa disrupsi di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Peserta didik abad ke-21 harus menguasai keterampilan 4C: berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mendidik peserta didik yang mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Pendidikan sejarah penting untuk mengembangkan kesadaran sejarah dan berpikir kritis. Namun, sejarah sering dianggap membosankan dan sulit dipahami, sehingga mengakibatkan metacognitive skill dan critical thinking skill peserta didik cenderung menurun. Dalam hal ini diperlukan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan metakognitif peserta didik. Model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan metakognitif peserta didik. IBL berfokus pada proses berpikir kritis dan analisis melalui investigasi dan kolaborasi. Menurut kajian teoritis, terdapat hubungan positif antara keterampilan metakognitif dan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan model IBL. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara metacognitive skill dengan critical thinking skill peserta didik dalam pembelajaran sejarah melalui penerapan inquiry based learning. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memverifikasi hubungan yang signifikan dan positif antarametacognitive skill dengan critical thinking skill peserta didik dalam pembelajaran sejarah melalui penerapan inquiry based learning. Manfaat penelitian ini yaitu diharapkan dapat memberikan peningkatan terhadap metacognitive skill dan critical thinking skill peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Desain penelitian ini adalah desain korelasional. Populasi penelitian terdiri dari kelas XI-1 sampai XI-8 dengan jumlah peserta didik 288. Sampel penelitian diambil dari jumlah populasi sebanyak 36 peserta didik dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner, tes dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan korelasi sederhana berbantuan Software SPSS 25 for Windows. Hasil uji regresi linear sederhana mengenai hubungan antara metacognitive skill dengan critical thinking skill diperoleh nilai (rxy1)2 sebesar 0,386 dan diperoleh Fhitung (21,347) > Ftabel (4,11), dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa regresi signifikan atau berarti. Adapun persamaan regresinya yaitu Ŷ = 23,172 + 0,844X. Berdasarkan hasil uji signifikansi koefisien regresi diperoleh rhitung (4,620) > rtabel (2,032) dengan nilai sig. 0,000 < 0,05, sehingga H0 diterima Ha ditolak. Hasil uji korelasi sederhana diperoleh rhitung sebesar 0,621 rtabel 0,329 dan nilai sig. 0,00 < 0,05 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Kemudian hasil rata-rata observasi keterlaksanaan model inquiry based learning diperoleh sebesar 91,68%. Menurut hasil tersebut maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara metacognitive skill dengan critical thinking skill peserta didik dalam pembelajaran sejarah melalui penerapan inquiry based learning. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dipaparkan saran dalam penelitian ini yaitu perlu dilakukan pemberdayaan berpikir selama proses pembelajaran oleh pendidik melalui berbagai cara untuk meningkatkan metacognitive skill dan critical thinking skill peserta didik. Serta dapat mengimplementasikan model Inquiry Based Learning dalam kegiatan pembelajaran sejarah untuk mengidentifikasi urutan waktu peristiwa sejarah, serta mampu melakukan penelitian sejarah secara sederhana untuk menjadikan peserta didik sebagai pebelajar yang mandiri dan tangguh dalam memecahkan suatu masalah.

Description

Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By