Sanitasi Lingkungan Di Kawasan Ekowisata Bahari Kampung Blekok Kabupaten Situbondo (Studi Di Kawasan Desa Wisata Kampung Blekok Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo)
| dc.contributor.author | Farisa Desebrina Charisma | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T01:03:32Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-10 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 30 Januari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Kawasan Ekowisata Bahari Kampung Blekok Kabupaten Situbondo merupakan salah satu pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang mengintegrasikan konservasi mangrove dan burung air dengan pelestarian lingkungan pesisir di Desa Klatakan. Seiring dengan perkembangan pariwisata, sanitasi lingkungan merupakan bagian penting dari amenitas dalam konsep 3A of Tourism (attraction, accessibility, and amenity) dan berperan dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata yang sesuai prinsip Sapta Pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Salah satu tantangan dalam pemenuhan hak air bersih dan sanitasi yang layak pada SDGs 2030 poin ke-6 di Indonesia yaitu minimnya ketersediaan fasilitas sanitasi di tempat-tempat umum terutama di destinasi wisata. Sanitasi yang tidak layak dapat menurunkan kualitas wisata, merusak ekosistem, serta membahayakan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kondisi lingkungan umum, fasilitas sanitasi lingkungan, dan sarana penunjang di kawasan studi, serta memberikan rekomendasi pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesehatan masyarakat baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional yang dilaksanakan di Kawasan Ekowisata Bahari Kampung Blekok Kabupaten Situbondo pada Bulan April Tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo dalam aspek pengawasan, Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampung Blekok dalam aspek pengelolaan, Ketua East Java Ecotourism Forum dalam aspek pendampingan, dan perwakilan masyarakat sekitar Kampung Blekok dalam aspek pemanfaatan fasilitas sanitasi lingkungan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Obyek dalam penelitian ini yaitu penyediaan air untuk keperluan higiene dan sanitasi, penyediaan toilet umum, penyediaan saluran pembuangan air limbah domestik, dan penyediaan tempat sampah serta sarana penunjang seperti sarana penyuluhan, sarana kesehatan, alat pemadam kebakaran, sarana tanggap darurat bencana, sarana tempat ibadah, dan sarana ramah difabel. Data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengambilan uji sampel air serta diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dengan instrumen penelitian berupa Lembar Observasi, Lembar Wawancara, dan Hasil Uji Laboratorium, serta Kamera. Hasil tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan diinterpretasikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik lingkungan belum memenuhi syarat laik sehat yaitu 30% dari batas minimal ≥70%. Penyediaan air untuk higiene dan sanitasi telah memenuhi syarat laik sehat yaitu 70% dari batas minimal ≥65% dengan kualitas air sumur bor pada area taman memenuhi syarat air bersih dan pada area loket tidak memenuhi syarat air bersih. Selain itu, penyediaan toilet umum juga belum memenuhi syarat laik sehat yaitu 50% dari batas minimal ≥65%. Penyediaan saluran pembuangan air limbah domestik belum memenuhi syarat laik sehat yaitu 50% dari batas minimal ≥65%. Penyediaan tempat sampah belum memenuhi syarat laik sehat yaitu 20% dari batas minimal ≥65 dan sarana penunjang sanitasi lingkungan belum memenuhi syarat laik sehat yaitu 46% dari batas minimal ≥60%. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo, Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, kelompok sadar wisata Kampung Blekok, masyarakat sekitar dan wisatawan Kampung Blekok, pihak swasta seperti PT. POMI dan Bank BRI, serta peneliti selanjutnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi elemen strategis dalam mendukung pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kawasan Ekowisata Bahari Kampung Blekok Kabupaten Situbondo. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Khoiron, S.KM., M.Sc Dosen Pembimbing Anggota: Globila Nurika, S.KM., M.KL | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/755 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Kawasan Ekowisata Bahari | |
| dc.subject | konservasi mangrove | |
| dc.subject | burung air | |
| dc.subject | Kampung Blekok Kabupaten Situbondo | |
| dc.title | Sanitasi Lingkungan Di Kawasan Ekowisata Bahari Kampung Blekok Kabupaten Situbondo (Studi Di Kawasan Desa Wisata Kampung Blekok Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo) | |
| dc.type | Other |
