Pemodelan Hujan Aliran Menggunakan Software Hеc-Hms Berdasarkan Data Curah Hujan Satelit Chirps pada DAS Mayang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pemodelan hujan menjadi aliran dapat digunakan untuk menilai debit air yang mengalir di sungai dengan menggunakan informasi hujan yang didapatkan dari stasiun hujan pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu solusi dari kendala
hilangnya data hujan pada stasiun observasi adalah dengan mengunakan salah
satu program penginderaan jauh yaitu, satelit CHIRPS (Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations). Data CHIRPS dikembangkan oleh The United States Geological Survey dan Climate Hazard Group (CHG) dari University of California yang didukung oleh The United States Agency for International Development (USAID), National Aeronautic and Space Administration (NASA) dan juga National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Penelitian ini dimulai dnegan mengumpulkan data curah hujan observasi, data curah hujan satelit CHIRPS dari 2011 - 2022 dan data debit titik outlet DAS Mayang yaitu DAM Talang. Kemudian mengolah data curah hujan menggunakan
metode Polygon Thiessen untuk menentukan curah hujan rerata wilayah. Untuk
mengetahui hubungan antara 2 data tersebut kita perlu melakukan uji korelasi 10
harian. Setelah perhitungan hidrologi, selanjutnya menghitung data apa saja yang
diperlukan pemodelan hujan aliran dengan aplikasi HEC-HMS sesuai metode yng
dipilih. Metode yang digunakan termasuk Green and Ampt untuk volume runoff,
Clark UH untuk direct runoff, dan Constant Monthly untuk aliran dasar.
Penggunaan program HEC-HMS dilengkapi dengan proses kalibrasi dan validasi
guna menguji keandalan model. Pemodelan hujan aliran harus melakukan kalibrasi dan validasi model, kalibrasi pada penelitian ini menggunakan data hujan pada 1 Januari -31 Desember 2015 dan 1januari - 31 Desember 2014 untuk validasinya. Setelah proses kalibrasi dan optimasi terdapat nilai Nash dan P bias secara berurut nilainya Nash Sutcliffe dan R2 secara berurutan sebesar 0,454 dan 0,515. Pada data hujan satelit CHIRPS didapatkan nilai Nash Sutcliffe dan R2 secara berurutan sebesar 0,402 dan 0,462. Hasil kalibrasi dan validasi menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas model yang menggunakan data curah hujan observasi lebih baik dibandingkan model yang menggunakan data curah hujan satelit CHIRPS.
Description
Reuploud file repositori 27 Jan 2026_Firli
