Perbedaan Pengaruh Antara Sari Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Segar dan Fermentasi 2 Tahun terhadap Kadar TNF-α pada Tikus Wistar

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Inflamasi merupakan respon pertahanan tubuh terhadap rangsangan yang merugikan berupa patogen, zat asing, maupun cedera jaringan. Namun, adanya mediator inflamasi, salah satunya TNF-α yang persisten dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang yang menjadi faktor penting bagi perkembangan banyak penyakit. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) menunjukkan aktivitas imunomodulator melalui modulasi pada ekspresi gen proinflamasi, salah satunya TNF-α. Proses fermentasi diketahui mampu meningkatkan kadar senyawa bioaktif utama seperti flavonoid, fenol, dan skopoletin pada buah mengkudu. Namun, studi terkait sari mengkudu dan fermentasinya terhadap kadar TNF-α belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, studi ini dirancang untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian sari mengkudu segar dan fermentasi 2 tahun terhadap kadar TNF-α secara in vivo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan rancangan posttest-only control group design pada 24 tikus Wistar. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi ekstrak Echinacea purpurea (K1), CMC-Na 0,5% (K2), sari mengkudu segar (PS), dan sari mengkudu fermentasi (PF). Hewan coba mendapat perlakuan satu kali dalam sehari melalui sonde peroral selama 8 hari. Pada hari ke-8, dilakukan induksi inflamasi menggunakan karbon melalui vena ekor. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel darah pada hari ke-9 melalui pungsi intrakardiak. Kadar konsentrasi TNFα diukur menggunakan metode ELISA. Kadar TNF-α selanjutnya dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji post hoc Mann-Whitney U untuk mengetahui kelompok yang berbeda secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antarkelompok perlakuan (p = 0,001). Uji post hoc Mann-Whitney U menunjukkan signifikansi yang berbeda-beda antarkelompok perlakuan. Antara kelompok K1 dan K2 menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai (p=0,006). Kelompok K1 dan PS menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai (p=0,004). Perbedaan signifikan juga ditemukan antara kelompok K1 dan PF (p=0,004) serta pada perbandingan antara kelompok PS dan PF (p=0,004). Sementara pada perbandingan antara kelompok K2 dan PS tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p=0,522). Begitu juga antara kelompok K2 dan PF (p=0,054). Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara sari mengkudu segar dan sari mengkudu fermentasi 2 tahun terhadap kadar TNF-α tikus Wistar yang diinduksi karbon. Namun, perlu penelitian lebih lanjut terkait perbedaan yang tidak signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan sari mengkudu sebagai imunomodulator melalui penghambatan TNF-α.

Description

Validasi file repositori 21 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By