Analisis Cadangan Karbon Tersimpan Pada Lahan Kakao Di Kebun Kendenglembu Ptpn I Regional 5

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Suatu fenomena alam yang terjadi saat ini adalah pemanasan global atau global warming. Pemanasan global dapat disebut sebagai peningkatan suhu pada bumi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemanasan global adalah deforestasi dan degradasi hutan. Cara untuk mengurangi dampak dari pemanasan global salah satunya dengan meningkatkan penyerapan karbon dan menurunkan emisi karbon. Perlunya untuk mengukur dan memantau cadangan tersimpan dalam biomassa, karena perubahan cadangan karbon akan memngaruhi jumlah karbon di atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi cadangan karbon tersimpan di lahan kakao. Penelitian ini menggunakan metode stratified random untuk menentukan titik plot sampling. Terdapat 10 plot dengan ukuran setiap plot berukuran 20×20 𝑚2 dengan bentuk plot bujursangkar. Perhitungan biomassa pohon/vegetasi dan nekromasa pohon mati menggunakan persamaan alometrik, untuk nekromasa kayu mati menggunakan pengamatan empiris. Persamaan alometrik untuk pohon kakao 𝐵𝐾=0.208 (𝑑1.98), sengon terdapat 3 persamaan dan diambil nilai rata-rata dari 𝐵𝐾=0,0272 (𝑑2,831), 𝐵𝐾=0,1126(𝐷2,3445), dan 𝐵𝐾=0,3196(𝐷1,9834), serta lamtoro 𝐵𝐾=−1,916+2,6 (ln𝑑)+0,137 (ln𝐵𝑗). Keterangan persamaan tersebut adalah BK (biomasa, kg), d (diameter pohon, cm), dan Bj (berat jenis kayu, g/cm3). Pengambilan sampel tumbuhan bawah, serasah, dan tanah menggunakan metode destruktif, yaitu pengambilan dengan merusak langsung tumbuhan bawah.. Proses pengovenan untuk sampel tumbuhan bawah dan serasah selama 48 jam dengan suhu 80°C, dan untuk sampel tanah selama 48 jam dengan suhu 105°C. Terdapat beberapa jenis pohon yang berada di dalam plot, seperti kakao, sengon, karet, dan lamtoro. Untuk tumbuhan bawah terdiri dari berbagai jenis gulma, rumput-rumputan, dan paku-pakuan. Hasil penelitian ini, carbon pool yang menyimpan cadangan karbon terbanyak pada tanah dengan rata-rata sebesar 26,17 ton/ha. Rata-rata cadangan karbon vegetasi sebesar 14,98 ton/ha; cadangan karbon akar vegetasi sebesar 5,54 ton/ha; rata-rata cadangan karbon serasah sebesar 1,13 ton/ha; cadangan karbon pohon mati sebesar 0,72 ton/ha; dan cadangan karbon kayu mati sebesar 0,04 ton/ha. Carbon pool yang menyimpan cadangan karbon terendah pada kayu mati dengan rata-rata sebesar 0,04 ton/ha. cadangan karbon total dalam plot terbanyak pada plot 1 sebesar 124,14 ton/ha dan cadangan karbon total dalam plot terendah pada plot 5 sebesar 35,62 ton/ha. Rata-rata cadangan karbon total dalam plot sebesar 48,52 ton/ha. Dengan luas lahan sebesar 220 Ha, perkiraan potensi cadangan karbon pada lahan kakao Kebun Kendenglembu sebesar 10.674,78 ton. Rentang nilai perkiraan parameter populasi menggunakan persamaan confidence interval dengan tingkat kepercayaan 95% rata-rata potensi cadangan karbon per plot di populasi Lahan Kakao Kebun Kendenglembu berada di angka 29,37 ton/ha sampai dengan 67,68 ton/ha.

Description

Reupload Repositori File 29 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By