Pemodelan 3D Struktur Bawah Permukaan Gunung Raung Menggunakan Data Gravitasi Citra Satelit

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Salah satu cabang ilmu fisika yang berkaitan dengan bidang kebumian adalah geofisika. Metode gravitasi merupakan metode dalam geofisika yang memanfaatkan konsep Hukum Gravitasi Newton untuk menggambarkan keragaman medan gravitasi bumi akibat perbedaan densitas batuan di bawah permukaan. Perbedaan densitas menimbulkan anomali gravitasi yang terukur di permukaan bumi sehingga dapat memberikan gambaran mengenai struktur bawah permukaan bumi, seperti kantong magma gunung api. Indonesia terletak di atas garis seismik Ring of Fire yang memicu terjadinya berbagai bencana alam, seperti gunung meletus. Salah satunya berasal dari Gunung Raung, yang tergolong sangat aktif dengan interval letusan setiap 1,2 – 2,5 tahun. Letusan Gunung Raung dapat mengganggu kehidupan sosial ekonomi masyarakat, sehingga penting untuk memahami perilaku gunung dengan mempelajari struktur bawah permukaannya. Pemodelan 3D struktur bawah permukaan menggunakan metode gravitasi dapat membantu mengidentifikasi struktur geologi dan kantong magma, yang berguna untuk memprediksi aktivitas vulkanik gunung api. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan 3D struktur bawah permukaan Gunung Raung menggunakan data gravitasi citra satelit, sehingga akan nampak pendugaan letak kantong magma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa data gravitasi citra satelit WGM 2012. Proses dimulai dengan pengumpulan data gravitasi berupa Anomali Bouguer Lengkap (ABL) dan topografi wilayah Gunung Raung melalui laman BGI. Data yang telah didapatkan dianalisis menggunakan perangkat lunak Geosoft Oasis montaj untuk memisahkan anomali regional dan residual. Pemisahan ini diikuti dengan pemodelan 3D menggunakan Grablox dan Bloxer untuk menggambarkan struktur bawah permukaan dan letak kantong magma. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi gravitasi yang disebabkan oleh perbedaan densitas di bawah permukaan, dengan nilai anomali antara 195,7 – 304,6 mGal. Pemisahan anomali Bouguer lengkap menghasilkan peta anomali regional dan residual. Anomali regional Gunung Raung berkisar antara 198,7 – 289,8 mGal. Sementara itu, anomali residual mencakup anomali negatif dan positif dengan rentang nilai -27,9 – 21,9 mGal. Anomali negatif menunjukkan adanya material berdensitas rendah, sedangkan Anomali positif menunjukkan keberadaan material padat berdensitas tinggi. Dari peta anomali residual terlihat jalur aliran material vulkanik yang cenderung mengarah ke selatan. Hasil penelitian memperlihatkan variasi nilai densitas batuan di bawah permukaan Gunung Raung yang berkisar antara 2,30 – 3,08 g/cm3 . Densitas rendah mengindikasikan keberadaan kantong magma serta batuan sedimen vulkanik berupa tuf dan breksi vulkanik. Sebaliknya, densitas tinggi mencerminkan keberadaan batuan vulkanik seperti andesit dan basalt. Kantong magma teridentifikasi pada kedalaman 3 – 7,5 km di bawah permukaan Gunung Raung dengan volume kantong magma diperkirakan sebesar 211,341 km3 . Kantong magma tersebut memiliki densitas 2,30 – 2,40 g/cm3 yang diperkirakan sebagai magma andesit. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan Gunung Raung tersusun atas batuan tuf, breksi vulkanik, andesit, basalt, serta terdapat kantong magma yang mengandung magma andesit. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mengenai kondisi geologi bawah permukaan Gunung Raung, sehingga menjadi dasar ilmiah yang penting dalam mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana vulkanik. Temuan penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada aspek kebencanaan, melainkan juga membuka peluang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pemanfaatan sumber daya geologi yang tersedia. Batuan tuf, breksi vulkanik, andesit, basalt, serta kantong magma dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi, pupuk pertanian, serta energi panas bumi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendukung mitigasi bencana, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Description

Validasi file repositori 02 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By